JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar menyebutkan pembagian BLT dana desa di kabupaten Gianyar tanpa ada kendala yang berarti. Bahkan BLT dana desa ini telah tersalurkan di 64 desa berjalan lancar, tanpa kendala. Kadis PMD, Dewa Ngakan Ngurah Adi menyebut, BLT yang bersumber dari dana desa basis datanya berbeda dengan BST dari kementrian sosial. “BLT dana desa pendataan dilakukan turun kemasyarakat. Para kadus yang langsung mendata. Berbeda hal dengan BST Kementrian sosial yang data penerimanya turun langsung dari Kementerian Sosial,” jelas Ngakan Ngurah Adi, Selasa (19/5/2020) .

 

 

Ngakan Ngurah Adi menegaskan perbedaan BLT dari dana desa dan BST Kementerian Sosial terletak pada sumber dananya dan basis data penerima. Dimana sumber dana BLT jelas dari dana desa dan BST dananya dari Kementerian Sosial. “Tempat pengambilannya pun berbada, BST di kantor POS dan BLT di Bank Werdhi Sedana,” tegasnya.

 

Dijelaskan lagi, hal yang lebih penting dari BLT adalah adalah basis data. Jika data penerima BLT didata oleh kapala dusun, antara Kadus dan masyarakat langsung bisa bertemu. Kepala dusun pun bisa mengetahui langsung kondisi masyarakat dilapangan. Sehingga data penerima BLT dana desa tidak bertentangan dengan kondisi masyarakat, “Hal ini lah harus diketahui oleh masyarakat, agar masyarakat tidak bingung,” tambahnya.

 

Hanya, Ngakan Ngurah Adi tidak mau berkomentar jauh terkait data penerima BST dari Kementerian Sosial. Namun informasi yang ia didapat, data BST sudah dikantongi Kementerian Sosial selanjutnya kadus memverfikasi penerima BST. “Bisa jadi data yang telah diverifikasi dengan data akhir yang diterima tidak singkron dengan apa yang diajukan oleh kepala dusun. “Ini yang menjadi polemik di masyarakat, walau demikian kami berharap warga yang sudah mampu agar mengembalikan bantuan, sehingga ada kepedulian kepada sesame,” jelasnya.(gds).