JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring melakukan upaya mengintensifkan kegiatan Padat Karya di desa. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memutar roda perekonomian, khususnya bagi warga yang tidak mampu. Disamping itu, banyaknya warga yang di PHK karena ada sebagian warga yang kerja di sector pariwisata. Hal ini jelaskan Perbekel Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga. “Kami belum membagikan sembako, upaya yang kami lakukan adalah mengintensifkan pelaksanaan padat karya di desa,” jelas Purnadi Yoga, Senin (6/4/2020).

 

 

Lebih jauh dikatakannya, ada lima proyek padat karya yang akan dilaksanakan seperti; perbaikan kantor desa, pembuatan drainase, perbaikan jalan, pembuatan jalan baru ke Gana Waterfall. Untuk perbaikan jalan ke Gana Waterfall sudah dilaksanakan dengan anggaran Rp 118 juta. “Masyarakat mengikuti kegiatan dengan tertib dan pekerjaan ini khusus untuk warga yang terdaftar pada KK Miskin,” terangnya.

Disamping itu, Warga desa Pejeng Kangin, sebagian besar mengandalkan pekerjaan sebagai petani, sehingga warga desanya sudah memiliki ketahanan pangan mandiri. “Warga kami sebagian besar petani, dan sudah terbiasa hidup sederhana. Sehingga dalam masa stay at home ini, warga kami sebagian besar sudah siap walau terdapat lkelesuan ekonomi,” bebernya. Paling tidak menurutnya, kebutuhan dasar Sembako, sebagiannya sudah tersedia, seperti sayuran dan memiliki sedikit beras.

Disisi lain, di wilayahnya, terdapat 4 warga yang datang dari bekerja di luar negeri. Keempat warga ini sudah melakukan isolasi mandiri dengan kesadaramn sendiri. “Ada empat warga yang TKI, kami datangi bersama satgas Covid 19, dan mereka melakukan isolasi mandisi secara sukarela,” jelasnya. Bahkan dikatakannya keempat warga yang diisolasi mandiri ini sudah melewati waktu 14 hari isloasi. Dijelaskan warga tersebut, kini normal dan tidak ada keluhan kesehatan. “Warga yang isloasi mandiri itu sudah melewati batas waktu, sekatang sudah hari ke 15. Tidak ada keluhan apapun terkait kesehatannya,” jelasnya lagi. Disamping itu, warga pendatang lain juga mendapat pengawasan oleh Satga Covid 19 dan selalu melakukan pemantauan aktifitas yang melibatkan banyak warga.(gds).