JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Menyikapi persoalan yang beruntun terjadi di Gianyar, mulai dari kasus bunuh diri beruntun di Kabupaten Gianyar, kasus penyakit Babi sampai pada kasus corona yang berimbas kepada pariwisata, Pemkab Gianyar bakal menggelar Upakara Tawur Labuh Gentuh. Terkait kapan pelaksanaannya, hal ini masih menunggu keputusan rapat Gubernur Bali, terkait langkah apa yang akan diambil. Hal ini disebutkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Rabu (11/3/2020) .

 

Lebih lanjut, Mahayastra mengungkapkan Pemkab Gianyar sudah mengambil langkah-langkah yang optimal dalam penanganan kasus terjadi, “Namun perlu pula mengambil langkah niskala dan meminta petunjuk dari sulinggih yang ada di Gianyar, langkah apa yang akan diambil,” terangnya. Sehingga Bupati Gianyar mengundang sarwa sadhaka yang ada di Gianyar guna meminta petunjuk. “Ini pertama kalinya Pemkab Gianyar mengundang perwakilan sulinggih yang ada di Gianyar, sehingga bisa memutuskan satu kesepakatan terkait langkah apa yang akan di ambil,” jelas Mahayastra.

Dijelaskan Mahayastra, dari pertemuan dengan belasan sulinggih, maka disepakati upakara yang diambil menggunakan rujukan lontar Roga Sanghara Bhumi. Sedangkan upakaranya adalah Tawur Labuh Gentuh, dengan tingkatan yang akan disesuaikan nanti, setelah Pemprov Bali mneggelar pertemuan serupa. “Ini tidak bisa ditunda, kita (Pemkab Gianyar) akan mengambil langkah secepatnya. Bila Pemprov Bali sudah memutuskan, maka Pemkab Gianyar langsung action,” tambahnya.

Dijelaskankan lagi, kasus penyakit babi saat ini sudah masuk sampai ke seluruh desa di Gianyar. Sedangkan bencana kemanusiaan, kasus bunuh diri dan ODGJ selalu terjadi. “Kasus penyakit babi sekarang sudah masuk ke seluruh desa, angka bunuh diri terus terjadi ditambah lagi kasus corona. Sehingga sebagai altetnatif lain, Pemkab Gianyar perlu mengambil langkah niskala,” terangnya lagi. Bahkan untuk menekan angka bunuh diri, Pemkab Gianyar akan membuat semacam call center penanganan kasus bunuh diri. Dimana nantinya, menurut Bupati Mahayastra, orang yang akan bunuh diri, mengontak nomor call senter yang ada. “Bila alam sudah terjaga, pasti akan memancarkan vibrasi yang baik ke umat manusia,” tutup Mahayastra.

Salah satu sulinggih yang hadir, Ida Pedanda Wayahan Bun dari Grya sanur, Pejeng menjelaskan upakara sejenis sudah pernah dilaksanakan. “Apakah nanti tingkatannya nista-madya –utama, nanti akan dibahas lebih lanjut. Ada banyak rujukan yang bisa dipakai dalam upakara ini,” jelas Ida Pedanda Wayahan Bun. Diimbaunya, agar umat manusia selalu menjaga lingkungan, dan pemerintah melaksanakan konsep Wiku Natha, yang maksudnya antara pemerintah dengan masyarakat saling menjaga. “Bila alam dijaga, maka alam akan membalas lebih banyak lagi,” tutup Ida Sulinggih.(gds).