JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Alumni angkatan 91 SMA Negeri 1 Gianyar akan melaksanakan olahraga rekreasi berupa Turnamen Ceki di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (27/7/2019) mendatang.

Acara ini dilaksanakan serangkaian memeriahkan HUT ke-55 SMA Negeri 1 Gianyar yang akan jatuh pada tanggal 31 Juli 2019 mendatang. Ketua pelaksana kegiatan Nyoman Murjana mengatakan, pendaftaran akan dibuka hingga H-1 pelaksanaan lomba. "Dilangsungkan tanggal 27 Juli 2019 di Balai Budaya Gianyar. Peserta akan menggunakan pakaian adat madya Bali, sesuai dengan kearifan lokal," terangnya di Gianyar, Senin (22/7/2019).

Dijelaskannya saat ini sudah ada 1.019 orang yang mendaftar, dengan target peserta keseluruan sebanyak 1.500 orang. Biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu, peserta sudah mendapatkan sebuah t-shirt. Nyoman Murjana menyampaikan mengingat kapasitas Balai Budaya yang hanya bisa menampung 1.000 peserta pihaknya tetap menargetkan penjualan kupon hingga 1.500, karena dipastikan hanya 60 persen dari keseluruhan peserta yang akan mengikuti turnamen dan sisanya dipastikan hanya untuk berpartisipasi. Pelaksanaan turnamen dimulai dari pagi hingga pukul 16.00 Wita, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. "Juaranya mendapat sepeda motor dan hadiah lainnya, juara ada 10 yakni juara 1-5 dan juara harapan 1-5," terangnya.

Pelaksanaan olahraga rekreasi ceki diharapkan mampu memperkuat Paiketan Alumni SMA Negeri 1 Gianyar. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya juga akan berkontribusi untuk almamater (sekolah). Jajaran panitia juga menegaskan tidak takut melaksanakan lomba ini karena tidak ada taruhan dan telah menjadi olahraga rekreasi yang disahkan. "Tujuan lainnya, menggali dana dan digunakan untuk diberikan kepada almamater sebagai sumbangsih untuk mendukung kegiatan akademis dan non akademis," katanya.

Made Arya Amitaba, salah satu alumni SMA Negeri 1 Gianyar sangat mengapresiasi acara tersebut. Ia yang turut aktif dalam susunan kepanitiaan mengatakan, peserta turnamen datang dari alumni SMAN 1 Gianyar dan masyarakat umum lainnya dari seluruh Bali. Menurutnya dipilihnya turnamen ceki sebagai salah satu kontribusi meneruskan warisan tradisi leluhur yang kerap dilakukan pada saat masyarakat Bali melangsungkan acara megebakan di rumah duka. "Jadi masyarakat yang datang ke rumah duka, biasanya main ceki agar tidak mengantuk, hanya saja karena ada taruhan jadinya dibilang judi," jelasnya lanjut mengatakan olehraga ini sudah diakui oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( FORMI). Turnamen ini juga dijelaskannya terinspirasi dari kegiatan Reuni Akbar SMA Negeri 1 Gianyar yang dilaksanakan tiga tahun silam. (kdk)