JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Bila kita melewati Ubud menuju Kecamatan Tegalalang, di wilayah Banjar Ambengan (utara Ubud) kita akan melihat tumpukan kendi dicat indah warna-warni.

Tumpukan kendi tanah lia yang tersusun rapi ini menjadi tempat pavorit untuk selfi, baik wisatawan local dan mancanegara. Pemilik toko kendi, I Wayan Cameng asal Banjar Ambengan, Desa Peliatan mengaku awalnya iseng mengecat alat-alat upakara tersebut. Kemudian cara pengecatannya dengan aneka warga dan berbagai motif, dan hasilnya ternyata bagus.

“Ketika saya lihat hasilnya bagus, lalu saya mengecat seluruh kendi ini,” jelasnya, Rabu (19/6) kemarin. Dikatakanya, awalnya kendi-kendi tersebut dijual untuk peralatan upakara, sebagaimana warung lain yang menjual kendi tanah liat. “Kalau sudah dicat dan diberi warna hasilnya unik,” tambahnya.

Dikatakannya, dengan inovasi tersebut, diharapkan bisa memajukan dan menghidupkan industri kecil terutama kerajinan gerabah. Dimana kendi yang sudah diwarnai tersebut dijejer dan ada yang digantung. “Setelah saya jejer, dan terlihat unik akhirnya banyak wisatawan yang berkunjung dan selfie,” terangnya lagi. Usaha pengecatan dan mewarnai kendi itu sudah dilakukannya lima tahun silam. Bahkan dikatakannya, beberapa kali ada warga yangprawedding di deretan kendi tersebut.

Hanya dirinya tidak memungut tariff kepada pengunjung untuk selfi di deretan kendinya. “Saya tidak mengenakan tariff kepada pengunjung alias gratis,” jelasnya. Namun yang sering membuat kesal, kebanyakan yang selfie di kendi-kendi itu tidak perimisi untuk melakukan swapoto. “Ada yang tersenggol dan pecah, berulang kali saya mengingatkan untuk hati-hati,” jelasnya lagi. Perilaku selanang-selonong itulah yang tidak disukainya, mengingat kendi-kendi itu milik pribadi.

Sehingga untuk memberikan apresiasi kepada pengunjung, dirinya membuat studio kreatif, bagaimana menggambar kendi. “Kalau swapoto saya gratiskan, itu membuat orang senang dan saya senang. Kedepannya saya membuat semacam workshop menggambar di kendi kepada pengunjung. Ini saya kenai tariff, minimal untuk harga kendi dan cat,” terangnya. Toko yang bernaa Serayu Pot and Terracotta, Drawing and worckshop studio ini sudah dikunjungi puluhan ribu pengunjung. (sar)