JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Keluarga Ni Nyoman Ceped (40) asal Banjar Pinda, Desa Saba, Blahbatuh Gianyar ditinggal putri semata wayangnya.

Putrinya, Ni Wayan Pitriani (17) meninggal usai dilaksanakan foging di wilayah tersebut sekitar lima hari lalu. Disamping itu, kesehatan putrinya sudah terganggu sejak masih bayi.

Keterangan Nyoman Ceped di rumahnya, Senin (13/5) kemarin, dirinya merasa kehilangan putri semata wayangnya. Dijelaskannya, putrinya meninggal usai dilaksanakan foging, mengingat di wilayah tersebut sedang ada warga yang terkena demam berdarah. “Putri saya sudah meninggal, sekarang sudah dimakamkan,” ujarnya. Dijelaskannya, sekitar lima hari lalu, Dinkes Gianyar melakukan foging di banjar tersebut. Petugas bekerja di rumah tetangga yang berada di selatan rumahnya. “Tiang panik, lantas saya gendong anak saya ke luar rumah. Anak saya mengalami kelainan, tidak bisa berjalanan ataupun berbicara,” jelasnya. Pada saat di pintu keluar, anaknya terkena paparan asap foging. Akhirnya Nyoman Ceped mengajak putrinya ke rumah yang tidak terpapar asap foging.

Ceped menuturkan foging sekitar pukul 09.00 Wita. Dua jam kemudian, anaknya langsung sesak nafas dan dilarikan ke Puskesmas. Oleh pihak medis, anaknya dirujuk ke RSUD Sanjiwani. “Petugas medis tidak ada bilang karena asap foging, namun saya menjelaskan sebelumnya ada foging di banjar,” jelasnya.

Di konfirmasi di rumah Kelian Dinas Banjar Pinda, I Ketut Sudawi membenarkan, adanya warganya yang meninggal usai ada dilaksanakan foging. Ketut Sudawi mendapat informasi dari Dinas Kesehatan bahwa warganya tersebut meninggal bukan karena pogging, tetapi memang tengah mengalami infeksi. Ketut Sudawi mengaku tidak tahu secara jelas infeksi yang dialami korban. “Waktu kejadian itu, soren usai foging sejumlah Kabid di Dinkes Gianyar datang ke sini. Dijelaskan meninggalnya bukan karena pogging, tapi ada infeksi. Itu penjelasan yang saya dapat,” terang Ketut Sutawi.

Disisi lain, Kadiskes Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati menjelaskan warga tersebut meninggal bukan akibat pogging. “Berdasarkan data laboratorium, warga tersebut memang sedang menderita infeksi. Bukan akibat pogging. Penyebab infeksi masih dicari, bukan karena foging,” tegasnya. (sar)