JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Logistik Pemilu mulai didistribusikan ke seluruh desa sejak Minggu dan Senin (15/4) kemarin. Sehingga pada Selasa (hari ini) seluruh logistic Pemilu sudah berada di masing-masing desa dan siap dilaksanakan Pemilu pada Rabu mendatang. Nampak puluhan truk mengangkut logistik Pemilu dari Gudang logistic di GOR Kebo Iwa, Senin (15/4) kemarin.

Ketua KPU Gianyar, Putu Agus Tirta Suguna, Senin kemarin menjelaskan droping logistik Pemilu mulai Senin sampai Selasa. Logistik disimpan di kantor desa/kelurahan dan mendapat penjagaan dari aparat keamanan. “Logistik didistribusikan ke masing-masing desa Senin sampai selesai, saya kita cuaca mendukung, walau demikian tetap kami tutup dengan terpal dan kotak suara juga terbungkus plastic,” jelas Tirta Suguna. Berkaitan dengan hiasan di masing-masing TPS, KPU Gianyar tidak melombakannya, namun diserahkan kepada masing-masing TPS untuk berkreatifitas. “Soal itu (menghias TPS) kami tidak melombakannya, kami serahkan ke masing-masing TPS untuk berkreasi. Namun yang jelas tidak mempengaruhi kenyamanan pemilih dan petugas nantinya,” jelas Tirta Suguna.

Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Gianyar, Wayan Hartawan saat ini sampai perhitungan suara, jajarannya berkonsentrasi kepada potensi pelanggaran Pemilu. “Kami terus berkonsentrasi ke pelanggaran pelaksanaan Pemilu, baik hoax, money politik dan indikasi pelanggaran lainnya,” terang Hartawan. Disamping itu, PNS atau perangkat desa yang tidak nentral juga diatensi terkait pelanggaran atau mengarahkan orang untuk memilih Caleg tertentu,” terang Hartawan.

Sedangkan terkait hari pencoblosan nanti, Bawaslu akan memantau pemilih. Mengingat pemilih mencoblos enam kali, sehingga pencoblosan bias berlangsung dengan baik. “Tidak ada yang diwakilkan, yang sakit boleh didampingi keluarga terdekat,” tambahnya.

Selian berkonsentrasi pada pelanggaran Pemilu, Bawaslu juga melakukan penertiban pada alat peraga kampanye. Dikatakannya, selama masa tenang, APK harus benar-benar bersih. Hartawan menilai, beberapa APK masih ada yang terpasang, “Biasanya kan hanya diberi ongkos memasang, namun tidak disertai ongkos menurunkan,” terang Hartawan. Dikatakannya lagi,  sampai saat ini belum diterima laporan adanya politik uang, pengarahan oleh pejabat dan pelanggaran lainnya. “Kami belum menerima laporan, pengawas kami di desa juga belum menemukan adanya pelanggaran,” tuntasnya. (sar)