JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Sepanjang garis pantai Kabupaten Gianyar, Minggu (6/1/2019) diawasi pihak Kepolisian dan Balawista BPBD Gianyar.

Pengamanan di sepanjang pantai ini cukup beralasan, mengingat beberapa waktu ada dua bocah terseret arus dan beruntung nyawanya bias diselamatkan. “Disamping itu, saat ini, sedang memasuki cuaca ekstrim, sehingga memerlukan pengawasan sebagai antisipasi,” terang Kepala BPBD Gianyar, AA Oka Digjaya, Minggu (6/1).

Pangamanan di sepanjang pantai ini, dimuali dari pukul 07.00 Wita sampai sekitar pukul 14.30 Wita. Disebutkan, pantai-pantai yang mendapatkan pengamanan seperti Pantai Lebih, Pantai Masceti, Pantai Purnama, Pantai Rangkan dan Pantai Siyut. “Pantai-pantai ini menjadi prioritas, lantaran masyarakat Gianyar lebih banyak memanfaatkannya untuk Banyupinaruh setelah Siwa Ratri dan menikmati hari Minggu,” terang Oka Digjaya.

Anak Agung Oka Digjaya menyebutkan Balawista yang dikerahkan sebanyak 30 personel. Personel ini disebar secara merata di empat pantai, yakni Lebih, Masceti, Purnama dan Rangkan. Sementara pantai lainnya juga diawasi oleh aparat kepolisian. Dikatakan Oka Digjaya, kepadatan pengunjung menyebabkan sejumlah masyarakat lupa terhadap kondisi gelombang, sehingga kerap terjadi korban jiwa. “Gelombangnya agak tinggi, kita bagi dalam empat pos dan memelototi aktifitas di pantai,” jelasnya.

Hanya, pada Minggu kemarin, kondisi di pantai relative sepi disbanding tahun lalu. Diduga sepinnya pantai disebabkan masyarakat relatif takut berlibur ke pantai, lantaran kerap adanya tsunami di Indonesia.

“Hampir semua pantai sepi tidak ramai seperti banyupinaruh,” ungkapnya.  Aparat kepolisian berjaga sejak pagi, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai. Sebab kondisinya memang sepi pengunjung. Beberapa pengunjung ke pantai memilih untuk bersembahyang, melukat. “Warga yang dating lebih banyak untuk melukat dan beberapa oleh pemancing pinggir,” terangnya. (sar)