JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Polres Gianyar terus berupaya mempercepat proses penyelidikan terhadap kasus tanah longsor di Banjar Sasih, Desa Batubulan, Sukawati.

Bahkan Kapolres Gianyar menyebutkan sudah meminta keterangan kepada 4 saksi dan nanti dikembangkan ke saksi lain, termasuk pengembang. “Kita sudah lakukan olah TKP di lokasi dan sampai kemarin kita sudah memanggi empat saksi untuk dimintai keterangan,” jelas Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Senin (10/12/2018).

Kapolres Priyanto Priyo Hutomo menyebutkan memang benar rumah tersebut dibangun di wilayah sempadan sungai dan kondisinya berbahaya. “Sedangkan terkait radius berapa meter dari sungai boleh di bangun, nanti kita minta keterangan ke saksi ahli,” terangnya. Dimana pembangunan di sempadan sungai yang menimbulkan korban bagi orang dan barang dikenakan UU No 1 Tahun 2011, Tentang Perumahan dan Pemukiman pada pasal 157, dengan ancaman 1 tahun penjara. Bahkan Kapolres juga menyebutkan akan mengenakan pasal berlapis, yaitu pasal 359, UU No 1 Tahun 2011, pengembang karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dengan ancaman 5 tahun penjara. “Kita sudah kantongi perusahan pengembang, nanti kita mintai keterangan,” jelas Priyanto Priyo Hutomo.

Sedangkan karena korban tidak bisa dimintai keterangan, empat meninggal dan 1 luka berat, maka Satreskrim akan meminta keterangan kepada tetangga sebelah rumah korban. “Ini rumah tetangga di sebelahnya juga sudah miring-miring, kondisinya sudah rawan, selain dimintai keterangan juga kami himbau untuk pindah sementara,” jelasnya.

Dikatakannya selain memeriksa pengembang, Kepala Desa Batubulan juga akan dimintai keterangan termasuk proses penerbitan sertifikat tanah tersebut. “Kita akan memeriksa siapa yang menurunkan sertifikat, sah apa tidak. Lalu kita telusuri proses jual belinya seperti apa,” bebernya.

Dikatakannya juga lokasi tersebut sudah beberapa kali mengalami longsor dan dibangun kembali. Sehingga hal tersebut mengandung unsur kesengajaan dan kelalaian oleh pengembang. Kapolres juga berharap semua saksi bias memberikan keterangan yang sebenarnya, sehingga pengusutan kasus tersebut bisa selesai secepatnya. “Tetap kami menghimbau agar yang tinggal di sempadan sungai agar waspada, apalagi musim hujan yang rawan longsor,” harapnya. (sar)