JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Program Kartu Identitas Anak (KIA) oleh pemerintah pusat diharapkan sudah berjalan mulai awal tahun 2018 lalu. Namun pelaksanaannya di sejumlah kabupaten ada yang sudah dan ada yang baru melakukan sebagian kecil dari program tersebut.

Disdukcapil Kabupaten Gianyar saat ini sudah melaksanakan program KIAtersebut, namun cakupannya masih sangat terbatas. Hal ini diakui Kadisdukcapil Gianyar, Putu Gede Bhayangkara, Kamis (22/11/2018).

“Seharusnya kita (Disdukcapil) sudah melaksanakan program KIA ini di Tahun 2018, namun masih menghadapi sejumlah kendala,” terang Putu Gede Bhayangkara. Disebutkannya sejumlah kendala tersebut adalah belum adanya perangkat lunak, blanko KIA dan sejumlah peralatan lainnya. Sedangkan untuk SDM, Bhayangkara menyebut sudah sangat siap melaksanakan program tersebut, sedangkan penganggarannya melalui dana APBD.

Program KIA ini, dimana setiap anak yang baru lahir setelah mendapatkan Kartu Akte Kelahiran juga diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak. KIA ini berlaku sampai anak tersebut berumur 17 tahun yang diganti dengan e-KTP. “Jadi nomor induk kependudukannya terus berlaku dari lahir sampai meninggal dan KIA ini berwarna merah,” terangnya. Hanya KIA ini menurutnya dibuat dua kali, saat anak bermur dibawah lima tahun dengan KIAtanpa poto dan dari lima tahun sampai tujuhbelas berisi poto.

Disdukcapil Gianyar sendiri sampai saat ini baru mencetak 440 KIA. Inipun dibuat khusus bagi anak yang bepergian ke luar negeri dimana KIAsebagai persyaratan. Dan KIA juga dicetak untuk anak yang pindah domisili dari Gianyar ke luar Gianyar.

“Sedangkan anak yang butuh KIA tercatat sebanyak 114.000 lebih, sedangkan stok blanko KIA yang tersedia saat ini sekitar 1.000 blanko,” jelas Bhayangkara.  Dikatakannya lagi, di Tahun 2019, program ini pasti berjalan, selain amanat undang-undang, juga melalui APBD 2019, sudah mendapat kucuran dana untuk pelaksanaan program tersebut. (sar)