JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DLH Gianyar Laksanakan Giat Revolusi Mental

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar  terus menggelorakan aksi bersih-bersih sampah. Kali ini, Rabu (3/9/2018) melalui gerakan Revolusi Mental, DLH Gianyar menggelar aksi bersih-bersih sampah di sepanjang Pantai Lebih Gianyar.

Kegiatan tersebut dibarengi dengan Karya Bakti TNI dan juga dalam rangka Peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD).  Aksi bersih-bersih pantai yang dimulai pukul 07.00 wita tersebut dihadiri Asisten 1 Setda Kabupaten Gianyar Wayan Suardana, Kadis Lingkungan Hidup, Wayan Kujus Pawitra, Kepala Staf Kodim 1616/Gianyar, Mayor Inf. I Gede Merta Santosa beserta jajarannya, Perwakilan Polsek Gianyar, Pj. Perbekel Desa Lebih, Gede Bagiada, Balawista Desa Lebih, siswa-siswi SD, SMP, SMA dan Mahasiswa se-Kecamatan Gianyar sekitar 500 orang, serta masyarakat Desa Lebih.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kadis Lingkungan Hidup, Kujus Parwata. Sebelum melaksanakan kebersihan Assisten 1 Setda Gianyar, mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa dan juga lomba pidato singkat terkait pengolahan sampah dan kebersihan lingkungan. Kepada yang bisa menjawab dengan benar diberikan hadiah uang Rp. 100 ribu sebagai tambahan uang saku, begitu juga untuk lomba pidato singkat.

Kadis Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut. Dikatakanya, kegiatan Revolusi Mental Aksi Bersih-bersih Pantai merupakan kegiatan yang positif, untuk menjaga pantai tetap bersih dari sampah terutama sampah plastik. “Mari kita jaga kebersihkan, dimulai dari kebersihan di rumah, lingkungan, sekolah dan tempat umum lainnya dari sampah plastik. Karena sampah plastik sangat berbahaya bagi kesehatan dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurainya,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan kegiatan aksi bersih-bersih akan terbangun revolusi mental, dimana kebersihan lingkungan mutlak menjadi kebutuhan bersama. Kebersihan lingkungan harus dijaga, sampah harus dikelola dengan baik. “Mari gelorakan Revolusi Mental memerangi sampah, terutama sampah plastik,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Perbekel Desa Lebih, Gede Bagiada, mengapresiasi kegiatan Gerakan Revolusi Mental aksi bersih serentak 2018 yang dilaksanakan di pantai Lebih. Menurutnya, tidak mungkin program dari pusat dapat berjalan tanpa dibarengi seluruh komponen masyarakat Indonesia. “Revolusi Mental dapat berjalan bila lingkungan dan hati kita bersih,” ujarnya. 

Bagiada mengajak seluruh masyarakat memerangi sampah plastik. Menurutnya, sampah plastik berdampak kurang baik bagi lingkungan. Selain menimbulkan penyakit  kanker, kalau dibuang ke sungai juga berdampak kurang baik bagi kesehatan, karena akan menimbulan permasalahan bagi lingkungan. (sar)