JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Jalan Alternatif Tampaksiring-Ubud Rusak

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Akses jalan Tampaksiring menuju Ubud, pada ruas dari Pejeng Kaja menuju Banjar Umahanyar dan Banjar Melayang mengalami kerusakan.

Bahkan kerusakan jalan sekitar 5 km ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu dan belum mendapat perhatian sampai saat ini. Padahal akses ini merupakan jalur alternative bagi warga Ubud atau sebaliknya dari Tampaksiring untuk menuju ke tempat kerja mereka sehari-hari.

Salah satu warga Banjar Melayang, Desa Pejeng Kaja, Dewa Gde Agung Pastika menyebutkan mulai pukul 06.00 Wita sampai pukul 09.00 Wita jalur tersebut sangat padat. Begitu pula di sore hari mulai pukul 15.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

“Jalur ini merupakan jalur padat, karena baik yang dari Ubud dan Tampaksiring menggunakan jalur alternative ke tempat kerja,” jelas Dewa Gde Agung Pastika, Senin (13/8/2018).

Dikatakannya kondisi kerusakan jalan tersebut sering menyebabkan lakalantas, utamanya pengendara sepeda motor. Dewa Gde Pastika sendiri menuturkan kalau dalam seminggu sekali pasti saja pernah terjadi kecelakaan lalulintas.

“Cukup sering terjadi kecelakaan pada jalur ini, apalagi malam hari. Mengingat kondisi kerusakannya jalan berlubang dari 10 – 20 cm,” jelasnya. Dijelaskannya lagi, kerusakan tersebut terjadi selain karena umur jalan sudah lama tidak mendapat perbaikan, juga akibat meluapnya air di sisi kiri kanan jalan sehingga menggerus aspal tersebut. Parahnya lagi menurut Dewa Gde Pastika, luapan air di sisi kiri kanan tersebut membawa sampah dari hulu.

“Sampahnya nyangkut di lubang jalan yang rusak, selain menggangu pemandangan juga mengganggu pengedara motor,” ungkapnya lagi. Dirinya berharap, instansi terkait bias segera melakukan perbaikan terhadap jalur tersebut. Walau tidak bisa melakukan penanganan langsung, setidaknya bisa melakukan penambalan pada ruas jalan yang berlubang.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis PU Gianyar, Nyoman Nuadi menyebutkan segera akan mengecek kondisi kerusakan pada jalur tersebut. Paling tidak menurut Kadis PU, bila kondisinya sangat mengkhawatirkan akan dilakukan penambalan secara darurat untuk mengurangi angka kecelakaan. Sedangkan bila ditangani di Tahun 2018 ini, Dinas PU sudah tidak bisa melaksanakannya, mengingat anggaran di Dinas PU untuk perbaikan semuanya sudah dalam pelaksanaan.

“Kemungkinan kita (PU) lakukan perbaikan di Tahun 2019, itupun kemungkinan dengan penambalan kerusakan. Yang penting mengurangi angka kecelakaannya dulu,” tutup Nyoman Nuadi. (sar)