JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Forkominda Gianyar secara bersama memusnahkan barang bukti kejahatan. BB yang dimusnahkan sebagian besar Narkoba yang berhasil disita dari kejahatan dan sudah inkrah putusan pengadilan. 
 
Dalam keterangan sebelum pemusnahan BB, disebutkan bukti BB meningkat saat terjadi Covid 19. "Kasus narkoba ini memang sangat memprihatinkan. Bahkan di tengah kondisi  perekonomian di massa Pandemi ini Narkotika ini dijadikan komoditi. Pencurian juga sama hanya dengan dalih sesuap nasi," jelas Kejari Gianyar, DR. Sinaryati. Pemusnahan barang bukti  narkotika, khususnya sabu-sabu  dengan cara dilarutkan ke air dan diblander disebutkan cara yang  paling  aman dan efektif. Sebab dengan pelarutan di air, dipastikan sabu-abu itu tidak bisa lagi dimanfaatkan atau dikonsumsi. "Kita hindari dengan cara membakar untuk.menghindari asap terhirup yang merusak kesehatan," terangnya. 
 
Lanjutnya, pemusnahan barang bukti penyalahgunaan narkotika dan tidak pidana umum lain ini sudah putus hakim dan berkekuatan hukum tetap. "Semua barang bukti saat ini sudah melalalui putusan pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap," ungkapnya. Pemusnahan ini dilakukan karena pihaknya Tidak ingin terjadi penyimpangan. 
 
Barang bukti tersebut tediri dari ganja, sabu-sabu, pakaian serta barang hasil kejahatan lainnya. Penyimpangan yang dimaksud itu seperti penyalahgunaan yang mungkin bisa dilakukan oleh petugas di barang bukti. Meskipun pihaknya sudah melakukan pemeriksaan berkala dan pemusnahan. “Barang bukti yang dimusnahkan yakni narkotika sebanyak 9 perkara dengan jumlah barang bukti jenis shabu dengan berat keseluruhan 8,77 gram netto sabu-sabu dan 124, 83 gram netto ganja, “paparnya. 
 
Sementara barang bukti tindak pidana umum lainnya satu kasus pemerkosaan dengan barang bukti 15 pakaian. Ada pula 9 handphone barag bukti yang di dapat dari kasus narkotika juga. “Pemusnahan dilakukan berkala dua kali dalam setahun. Namun tak menutup kemungkinan kami gelar tiga kali setahun menyesuaikan jumlah   barang bukti," pungkasnya.sar

BERITA TERKINI