JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Dari 9 desa di Kecamatan Blahbatuh, batu 3 desa yang memiliki TPS3R. Hal ini karena dalam pembangunan memiliki sejumlah kendala. Selain kendala anggaran operasional juga terkendala pengadaan lahan untuk TPS3R. Disisi lain, Bappeda dan BPKAD hanya memfasilitasi pengadaan tersebut. 
 
Camat Blahbatuh, I Wayan Gede Eka Putra, Kamis (19/5/2022). mengakui sampai saat ini baru 3 desa, yaitu Desa Bedulu, Bona dan Medahan. Pembentukan TPS3R ini sesuai intruksi Gubernur Bali melalui Pergub nomor 47 tahun 2019 terkait pengolahan sampah berbasis sumber. "Saat ini di Blahbatuh baru tiga desa, yang lain masih proses," ujarnya. Eka Putra mengakui kalau pembangunan TPS3R ada sejumlah kendala. "Kendala paling mendasar adalah anggaran," jelasnya. 
 
Eka Putra menjelaskan Desa Bedulu bahkan telah memiliki TPS3R sejak setahun lalu. Sementara dua desa lagi baru sebulan lalu selesai di plaspas. Dari pengamatan Eka Putra, sejak adanya TPS3R di Bedulu, volume sampah yang dibawa ke Temesi menurun. "Dampaknya jelas sekali, di Bedulu volume sampah yang dikirim ke Temesi menurun. Kalau di Bona dan Medahan belum bisa kita lihat karena baru diplaspas kemarin," terangnya. 
 
Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana mengatakan untuk pendirian TPS3R pihaknya selain terkendala anggaran juga paling mendasar adalah  terkendala lahan. Sementara lahan adat yang dimiliki oleh lima desa adat di desa Saba juga minim. "Ada lahan milik desa adat kami rencana sinergi, namun terkendala lahan jalan, jalan hanya setapak, tidak mungkin bisa dilalui kendaraan," ujarnya. 
 
Pemkab berharap pembangunan TPS3R dilakukan oleh Desa Adat dan Desa Dinas Di Bali. Hal ini menyusul akan ditutupnya TPA Suwung karena telah overload dan berada di tengah perkotaan. Menurut Kepala Bapeda Gede Widarma Suharta setelah dipetakan, Gianyar minimal harus ada 40 TPS3R.sar

BERITA TERKINI