GIANYAR
Typography
GIANYAR-fajarbali.com | Desa Adat Buahan, Payangan menggelar Nypei Kasa yang jatuh pada penanggal apisan, sehari setelah tilem Kasa. Saat hari penyepian tersebut, jalan raya masuk ke Desa Adat Buahan ditutup, kendaraan tidak boleh melintas, hanya boleh melintas pejalan kaki tapi tidak membawa barang bawaan.


Nyepi Kasa, Kamis(10/6/2021) kemari, jalan raya masuk di Desa Adat Buahan ditutup  sehari penuh dari pukul 06.00-18.00 wita. Hal ini praktis menyebabkan masyarakat yang akan pergi kerja dari Desa Buahan, Buahan Kaja, bahkan dari Kintamani tidak bisa melintas.

Demikian sebaliknya, masyarakat yang datang dari Payangan jika ingin ke Desa Buahan atau Buahan Kaja, harus melalui Kintamani, karena belum ada jalan alternatif yang lebih dekat. Hanya saja jalur alternatif, rusak berat. 

Baca Juga :
Sambangi Korban Kebakaran, Ketua PMI Buleleng Himbau Masyarakat lebih Waspada
Hindari KIPI Berat, Tim Vaksinasi Covid-19 Diminta Lakukan Screening Ketat


Terkait ini Anggota DPRD Kabupaten Gianyar dari Fraksi PDIP, Dapil Payangan-Tegallalang, yang kebetulan dari Banjar Satung, mengungkapkan, untuk mendukung tradisi Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan, perlu segera ada jalan alternatif. Untuk ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Peerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan alternatif Buahan-Satung-Susut.

Jalan alternatif ini rusak di ujung Banjar Satung menuju Susut. Selain rusak, jalannya curam dan terjal. Ini mesti diprioritaskan, sehingga aktivitas masyarakat setiap perayaan Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan tidak terganggu.

“Keduanya mesti kita lindungi. Tradisi dan kearifan lokal masyarakat Desa Adat Buahan harus dilindungi, di sisi lain aktivitas masyarakat tidak terganggu,” harapnya.

Dijelaskan untul jalan alternatif sesungguhnya Buahan sudah membuat jalan alternatif Buahan-Satung dan Susut. Hanya saja ada sekitar 500 meter masih belum layak dilintasi, karena curam dan terjal dan kondisi jalan rusak.

Hal sama dikatakan Perbekel Buahan I Wayan Sudarsa. Katanya, untuk jalan alternatif Buahan, Satung dan Susut sudah diajukan ke Dinas PUPR. Bahkan Dinas PUPR telah melakukan survey ke lapangan. Saat itu ada kendala soal tikungan di Banjar Susut sebelum masuk ke Banjar Satung yang terlalu tajam. Hal ini sudah dibicarakan dengan pemilik lahan, dan pemilik lahan sudah tak keberatan.

Di samping itu jembatan juga akan diangkat sehingga tidak terlalu curam. “Menurut petugas dari PUPR sekarang hanya soal anggaran. Desain perencanaan sudah diselesaikan,” ujarnya, menceritakan keterangan yang didapat dari PUPR. (sar)