JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Beberapa pogram pendidikan kepada anak tuna rungu di Panti Kesayan Ikang Papa,Kota Gianyar terhenti. Terhentinya kegiatan belajar seperti menjarit dan menari ditiadakan dan anak-anak dirumahkan.

Bahkan saat ini tidak menamatkan kursus pendidikan, akibat tidak bisa transfer ilmu dari guru ke siswa. Sedangkan kegiatan kursus memasak masih berlangsung, mengingat siswanya hanya dua orang. Putusnya kegiatan ini sejak pandemic covid melanda.

Salah satu guru dan pembimbing tari Bali di panti tersebut, Ni Wayan Ngeri, Senin (1/3/2021) mengakui kalau program pendidikan ketrampilan menari terputus. “Tahun 2020 dan 2021 ini program pendidikan latihan menari bagi anak tuna rungu terputus,” jelas Ni Wayan Ngeri. Terputusnya kegiatan belajar mengajar tersebut karena tidak diijinkan belajar langsung tatap muka. “Kalau belajar via daring sangat sulit, persoalannya ini menari, dan ada intruksi khusus yang diberikan kepada anak-anak, apalagi kepada anak-anak tuna rungu,” jelasnya. 

Ditambahkan, tahun 2019 lalu, sebanyak 40 anak-anak tuna rungu yang sudah tamat kursus menari. Bahkan dari anak-anak ini sudah sempat tampil di skala nasional. “Anak-anak sempat tampil di Jakarta, TMII dan pentas lain atas undangan,” jelasnya. Sehingga praktisnya pula, anak-anak tidak mendapatkan kesempatan untuk pentas dan belajar mengasah kemampuan. 

Bahkan untuk mengobati kerinduan anak-anak, dirinya sering berkomunikasi lewat HP, dan sesekali mengajar satu-dua anak untuk menari. “Anak-anak rindu untuk dilatih. Namun untuk mengobati kerinduan, saya latih satu dua anak menari,” jelasnya lagi. Dirinya juga khawatir, karena ketika anak-anak dirumahkan, maka anak-anak tersebut tidak dan menjadi belajar liar. “Kami khawatir, namun tidak bisa berbuat banyak. Ada anak-anak yang saya jumpai berkeliaran dengan teman lainnya. Ini juga berbahaya,” jelasnya. (sar)