JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Saat menggali septictank untuk rumah tinggal, beberapa pekerja proyek di Banjar dauh Uma, Kelurahan Bitera menemukan benda asing. Benda asing ini ditemukan pada kedalaman 2 meter dan mendapati pula tulang belulang. Benda asing ini berupa bekal kubur dan alat pertanian berbahan perunggu.

Penggalian pada Sabtu (19/9) lalu ini dilaporkan ke Babinkantibmas Desa Bitera. Mendapat temuan benda purbakala, Babinkantibmas Bitera, Aiptu I Wayan Mustika akhirnya langsung menginformasikan ke Kantor Purbakala, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring. Wayan Mustika, Senin (21/9) menjelaskan dirinya dihubungi pemilik rumah yang mengerjakan perbaikan sanitasi. “Setelah mendapat laporan, saya lantas menginformasikan temuan itu ke Kantor Purbakala untuk tindak lanjut,” terangnya.

Buruh penggali proyek, Didik menyebutkan dirinya melakukan penggalian bersama beberapa rekannya. “Awalnya menggali biasa, lalu saat kedalaman 2 meter, material galian ada benda-benda aneh,” jelas Didik. Dikatakan Didik, selain menemukan tulang belulang, juga ditemukan bekal kubur dan perunggu yang merupakan alat pertanian. “Ada benda-benda seperti itu, saya langsung memberitahu pemilik rumah dan akhirnya pemilik rumah melapor ke Babinkantibmas,” jelas Didik.

Petugas Balai Arkeologi Bali di Desa Pejeng, Gede Yadnya menyebutkan benda tersebut peninggalan jaman prasejarah, dimana manusia belum mengenal tulisan. “Kalau dari identifikasi benda tersebut kemungkinan berasal dari Tahun 600-200 SM. Benda alat pertanian tersebut dinamai Tajak berbahan perunggu yang digunakan sebagai alat bercocok tanam. “Pada jaman prasejarah, manusia menggunakan alat tersebut untuk bersosok tanam atau membuat galian,” jelasnya. Sedangkan benda lainnya, diduga sebagai bekal kubur saat meninggal. (sar)