JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Dengan banyaknya warga yang dirumahkan saat pandemi covid 19, menyebabkan warga harus tetap memiliki pekerjaan, agar bisa menghidupi keluarga. Alternatif yang tersedia saat ini adalah kembali menjadi petani dengan menggarap lahan. Hal ini diakui Perbekel Desa Sidan, Wayan Sukra Suyasa. “Jumlah petani meningkat saat pandemi ini, artinya sektor pertanian masih bisa bertahan dengan baik,” jelas Sukra Suyasa, Rabu (29/7/2020).

Ditambahkan Sukra Suyasa, diharapkan pemerintah, bisa membantu sektor pertanian lebih banyak. “Khusus kepada pemprov Bali, Bapak Wayan Koster, agar bisa membantu masyarakat kami bantuan alat mesin pertanian atau Alsintan,” harap Sukra Suyasa. Dengan bantuan Alsintan, sektor pertanian yang dulu ditinggalkan warga kembali digeluti. Dikatakannya, warga Desa Sidan, hampir seratusan yang kembali beralih menjadi petani, mengingat menjadi peani masih memberikan harapan.

Selain bantuan Alsintan, Sukra Suyasa berharap ke pemerintah bisa membantu akses usaha tani. Disebutnya di wilayah subak yang ada di desa Sidan, masih ada jalan usaha tani yang kondisinya rusak parah. “Kalau keseluruhan ada sekitar 1,5 km jalan usaha tani yang rusak. Inipun ada di beberapa titik,” terangnya. Sehingga dengan jalan usaha tani tersebut, petani bisa melaksanakan aktifitasnya dengan baik dan bisa membawa Alsintas dan berkendara membawa pakan ternak.

Disebutnya lagi, dari 1.305 KK warga Desa Sidan, hampir 60% warganya sebagai petani. Selain itu ada yang berprofesi sebagai buruh bangunan, pande besi dan bekerja di pariwisata termasuk ASN. Disisi lain, Desa Sidan saat ini sudah hampir tuntas dalam bedah rumah dan rehab rumah. “Tahun ini program itu tuntas, sasaran saya ke depan, untuk memajukan sektor pertanian sebagai usaha ketahanan pangan,” tuntasnya.(gds).