JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Sampai awal Agustus nanti, masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis tidak leluasa ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Mengingat beberapa pelayanan kesehatan (Yankes di rumah sakit terbesar Bali Timur ini ditutup selama tiga hari. Ditutupnya Yankes ini akibat beberapa tenaga medis rumah sakit ini terpapar Covid 19.

Dari informasi di lapangan, disebutkan sejumlah unit pelayanan kesehatan mulai dari poliklinik hingga pelayanan rontgen ditutup.  Meski demikian, suanasa di poliklinik RSUD Sanjiwani terlihat lengang. Manajemen RSUD harus mengambil langkah sterilisasi beberapa ruang pelayanan. Papan pengumuman pun ditunjukan oleh Satpam kepada masyarakat tentang penutupan pelayanan sementara. Pada papan pengumuman bertuliskan ‘Sehubungan pelaksanaan Disinfektan dan sterilisasi seluruh ruangan di gedung poliklinik dan pendaftaran selama 3 hari, maka pelayanan poli rawat jalan sementara di tutup, untuk pasien yang memerlukan pelayanan amergency akan dikayani di IGD, poli buka kembali tanggal 1-8-2020."

Penutupan ini berawal dari terpaparnya nakes yang bertugas di bagian Rontgen. Akibatnya seluruh petugas di unit ini dirumahkan dan pelayanan ditutup. Sedangkan pada saat hampir bersamaan, beberapa petugas di bagian pendaftaran juga dikonfirmasi postitif covid 19. Akibatnya, pelayanan di Polikilik pun terpaksa ditutup untuk memotong penyebaran virus mematikan ini. Sementara Nakes lainnya pun kini wajib menjalani rapid /sawab test untuk memastikan kenyamanan petugas dalam melaksankan pelayanan kesehatan.

Warga yang datang ke rumah sakit, membawa rujukan dari rumah sakit nampak kebingungan. “Saya sudah datang ke IGD, karena dinilai tidak amerhensi saya diharapkan ke rumah sakit suasta. Saya juga tak mau dirawat di IGD, karena pasien positif covid juga banyak dirawat disana,” jelas warga ini.

Bupati Gianyar menyebutkan pihaknya masih melakukan kajian dan meminta masukan kepada direksi menganai nakes yang terpapar covid 19. Sedangkan sampai siang kemarin, tercatat 8 nakes yang terpapar. “Kita masih pertimbangkan unit pelayanan apa yang akan ditutup lagi,” terangnya Bupati Mahayastra singkat.(gds).