JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI fajarbali.com | Hari pertama penutupan pasar Kidul, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Bangli mulai melakukan sterilisasi di seluruh areal pasar yang berada di jantung kota Bangli, Selasa (14/7/2020).

Salah satunya dilakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh dan berkala. Selain itu, sejumlah petugas kepolisian juga intens melakukan patroli untuk memastikan keamanan sekaligus mengingatkan pedagang yang membandel. “Untuk penyemprotan di Pasar Kidul kita lakukan secara intens selama tiga hari. Tadi pagi sudah kita awali melakukan penyemprotan berskala besar secara menyeluruh di luar dan di dalam areal pasar,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi, selasa kemarin.

Selain itu, pihaknya juga mengaku masih menyiapkan skenario untuk melakukan penataan kembali para pedagang agar tidak terjadi kerumunan saat pasar di buka Kembali. “Untuk penataan pedagang, kami masih akan merapatkan dengan Pengelola Pasar. Sesuai perintah bapak Bupati, memang harus diatur jarak antar pedagang. Misalnya, dengan membagi para pedagang setengah-setengah untuk berjualan secara bergiliran. Tapi secara teknis, ini yang akan kita bahas lagi dengan Pengelola Pasar besok (hari ini-red),” bebernya.

Dalam hal ini, ditekankan, para pedagang untuk lebih ketat melaksanakan protocol Kesehatan. Sementara disinggung, adanya indikasi pasca Pasar Kidul Bangli ditutup justru para pedagang pindah ke lokasi lain, salah satunya di jalan Majapahit? Kata dia, itu bukan menjadi kewenangannya. “Memang sih saat kita melakukan pemantauan dini hari pagi, ada juga pedagang hendak berjualan. Namun kita sudah memberikan himbauan bahwa pasar telah ditutup selama tiga hari,” bebernya.

Sebab menurut Gunawan, kebijakan penutupan pasar tersebut bukan untuk memindahkan pedagang. Melainkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Kalau saya menyiapkan tempat lain lagi, kan otomatis akan menambah klaster baru penyebaran corona,” bebenya. Dalam hal ini, penutupan pasar dimaksudkan agar pedagang benar-benar memanfaatkan waktunya untuk beristirahat dirumahnya. Sehingga ketika Pasar Kidul dibuka lagi, maka kondisi fisik dan kesehatan pedagang akan semakin bagus dengan harapan resiko mereka tertular bisa diminimalisir.

Sesuai pantauan di lokasi, selain melakukan penyemprotan, petugas juga membuat alur bagi pedagang dan pembeli untuk bertransaksi supaya mengikuti protokol kesehatan. Petugas juga memasang spanduk bertuliskan "Pasar Kidul Ditutup".

Disisi lain untuk menjaga keamanan selama Pasar Kidul ditutup sementara, jajaran Polres Bangli kini telah mengintensifkan melakukan patroli keamanan. “Selama pasar Kidul tutup, tentunya patroli keamanan kita tingkatkan untuk menjamin keamanan didalamnya,” tegas Kasubag Humas Polres Bangli, AKP. Sulhadi. Dalam patroli tersebut, pihak kepolisian juga turut membantu mensosialisasikan penutupan tersebut. Sebab, meski secara resmi dinyatakan ditutup, namun ada saja pedagang yang tetap membandel untuk berjualan. Bahkan, sesuai pantauan anggota Polres Bangli, masih ada toko yang buka. Selain itu, sejumlah pedagang bermobil juga masih tampak membandel hendak berjualan di areal pasar kidul. “Terhadap para pedagang yang masih membandel ini, dalam patrol tersebut sudah langsung kita berikan himbauan supaya tidak berjualan sementara waktu di Pasar Kidul,” pungkasnya.  (arw)