JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Tahapan Pilkada Bangli yang bakal dihelat serentak 9 Desember 2020, kini mulai akan memasuki pemutahiran data pemilih. Sesuai jadwal, pemuktahiran data pemilih  Kabupaten Bangli, akan dimulai  Rabu (15/7/2020) hari ini hingga 3 Agustus 2020 mendatang.

Dengan kata lain, Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang sebelumnya telah menjalani rapid test dengan hasil non reaktif akan memulai tugasnya untuk mencocokan dan melakukan  penelitian (coklit) data pemilih. Sebaliknya, jika dalam perjalanan tersebut ada PPDP yang terkonfirmasi positif corona dipastikan KPU Bangli akan langsung melakukan penggantian. Demikian dipaparkan Ketua KPUD Bangli Putu  Gede  Pertama Pujawan, Selasa (14/7/2020).

Kata dia, dalam situasi pandemic Covid-19, petugas bisa melakukan coklit melalui sistem dalam jaringan (daring), khususnya pada keluarga pemilih yang menjalani karantina mandiri. Kata dia, sebelum melaksanakan tugas 568 PPDP ini  telah menjalani rapid test. Dimana hasil sementara 1 petugas PPDP dan 1 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS)  dinyatakan positif terpapar Covid 19. “Untuk PPS yang positif, tugasnya akan dihendel oleh rekannya. Sementara jika PPDP akan langsung diganti. Kita tidak ingin  penyelenggara pemilu menjadi  klaster baru penyebaran Covid 19. Makanya  kesehatan mereka harus benar-benar terjaga sehingga untuk memastikan itu kita sudah melakukan rapid test,” bebernya.

Disebutkan, PPDP tersebut akan melaksanakan tugas dari tanggal 15 Juli hingga 3 Agustus mendatang. Dalam melaksanakan tugas mereka nantinya diminta untuk membuat jadwal coklit serta  menjalin koordinasi dengan pihak terkait.  Dengan demikian, hak-hak pemilih bisa terlindugi. “Mereka dalam melaksanakan tugas bisa melakukan pencoretan pemilih bila tidak sesuai ketentuan. Namun sudah tentu mereka tidak boleh asal coret, harus ada berita acaranya,”ujar Pujawan lagi.

Karena itu dalam pelaksanaan coklit tersebut, Pujawan minta masyarakat pro aktif, untuk memastikan dirinya benar-benar telah masuk sebagai data pemilih atau belum. Disamping itu, pihaknya juga meminta  pasangan calon yang sudah mulai tampak, juga turut mengawal proses validasi data pemilih tersebut. “Untuk pasangan calon yang mulai tampak  agar memantau proses coklit ini. Jangan sampai ada masyarakat yang sampai tercecer nantinya,”pinta Pujawan.

Sebelumnya sebagai tanda telah dimulainya Kembali tahapan pemilu yang sebelumnya tertunda karena Covid-19, KPU Bangli juga telah melakukan  peluncuran Jigle Amrih Praja Neyaka dan penancapan kayonan yang dilaksanakan di Ruang Krisna Setda Bangli. Penancapan kayonan ini dilakukan Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, mewakili Bupati Bangli. Pada kesempatan itu juga hadiri Kapolres Bangli AKBP  I Gusti Agung Dhana Aryawan dan  Damdim 1926 Bangli. Sosialisasi peluncuran jingle amrih neyaka dan penancapan kayonan ini dimaksudkan sebagai  tanda dimulainya tahapan  Pemilihan Kepala Daerah Bangli (Pilkada) yang dihelat Desember 2020 mendatang. “Meningkatnya partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk menyukseskan Pilkada Bangli. Untuk itu, sosialisasi akan terus kami lakukan kepada semua kalangan,” pungkas Pujawan. (arw)