JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Perkembangan kasus Covid-19 melalui transmisi lokal masih terjadi di wilayah Kabupaten Bangli. Per hari Kamis (18/6/2020) kembali dua petugas medis asal bumi berhawa sejuk ini dilaporkan telah terpapar virus corona tersebut. Hal ini diakui Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Disebutkan, akumulasi jumlah kasus positif yang menimpa warga Bangli saat ini telah mencapai 107 orang.

 

Dari jumlah tersebut, yang masih menjalani perawatan 9 orang dan 98 sisanya sudah dinyatakan sembuh. “Dari total kasus tersebut, ada dua penambahan kasus baru yang keduanya merupakan tenaga medis di salah satu rumah sakit di Gianyar,” ungkanya. Secara rinci disebutkan, tenaga medis yang terpapar corona itu, yakni satu orang dari Kelurahan Cempaga, Bangli dan satunya dari Desa Abuan, Susut. “Keduanya merupakan tenaga medis yang bertugas di rumah sakit yang sama di Gianyar," jelas Kadis Kominfopersan Bangli ini.

Tindak lanjut dari kondisi ini, tim gugus tugas berencana Jumat (19/6/2020) hari ini, melakukan cek swab di lingkungan masing-masing pasien dengan menyasar siapa saja orang atau kerabatnya yang menjadi kontak erat keduanya.  

Disisi lain, ditengah kian boomingnya kasus transmisi lokal yang disebabkan adanya interaksi di pasar dan kini tengah merebak di sejumlah kabupaten lain di Bali, menjadi perhatian serius Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli. Untuk itu, tim khusus protocol Covid-19 akan segera dibentuk untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan yang fokus menyasar Pasar-Pasar di Kabupaten Bangli. “Sesuai arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Propinsi Bali, diminta kepada seluruh pasar agar menerapkan protocol kesehatan dengan cara menyiagakan petugas hingga melakukan pengukuran suhu tubuh terhadap pengunjung pasar. Intinya kita di Kabupaten Bangli akan segera membentuk tim khusus di masing-masing pasar,” ungkap I Wayan Dirgayusa.

Disampaikan, tim khusus yang akan segera dibentuk di mulai dari tingkat Kabupaten hingga desa. “Untuk pasar Kabupaten, nanti tim kabupaten yang bertugas. Untuk pasar kecamatan, tim kecamatan yang bertugas dan seterusnya hingga pasar desa, tim desa yang bertugas. Termasuk kita juga akan melibatkan para pecalang,” jelas Dirgayusa yang juga Kadisinforkomsan Kabupaten Bangli.

Hal tersebut dilakukan, kata Dirgayusa, mengingat perkembangan kasus transmisi lokal melalui interaksi di pasar sedang booming disejumlah kabupaten lain di Bali. “Karena itu, diharapkan PHDI dan MDA juga serta semua satgas berorientasi ke Pasar dengan membentuk tim dan melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan diharapkan pula, dilakukan pemeriksaan rapid test hingga swab di pasar, tergantung kemampuan masing-masing daerah,” tegas Mantan Camat Kintamani ini.

Hanya saja, tindak lanjut dari arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Propinsi Bali, untuk di Kabupaten Bangli masih menunggu rapat lanjutan Satgas Kabupaten. “Arahan sementara dari Kasatgas, semua peraturan yang masih berlaku tetap dijalankan. Namun dipastikan juga, kita akan lebih fokus di pasar dan pengendalian arus balik pasca Lebaran. Itu yang mesti diwaspadai,” tandas Dirgayusa. Dalam hal ini, penduduk pendatang yang  kedatangan di Kabupaten Bangli tanpa dilengkapi surat identitas dan surat keterangan sehat ,diancam akan dipulangkan paksa atau diarahkan agar mencari surat keterangan secara secara mandiri. (arw)