JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli terbilang sudah mulai melandai. Karena itu, persiapan menuju New Normal, sudah mulai dibahas oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 yang diketuai langsung oleh Bupati Made Gianyar. Untuk sementara, penerapan new normal akan dilakukan secara bertahap diawali dengan mengaktifkan kembali para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masuk kerja mulai Senin tanggal 8 Juni 2020. Mengingat sesuai Surat Edaran Gubernur Bali dan SK Bupati Bangli, perpanjangan status tanggap darurat bencana akibat wabah Covid-19 berakhir pada Sabtu tanggal 6 Juni 2020 ini.

 

Demikian disampaikan Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Selasa (02/06/2020). Dijelaskan, sejauh ini perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bangli masih tetap sama seperti kemarin. “Hari ini, tidak ada penambahan kasus. Termasuk yang sembuh juga tidak ada penambahan. Sama seperti kemarin. Mudah-mudahan bisa terus landai,” ungkap Wayan Dirgayusa.  

Disinggung persiapan menuju new normal, diakui, Bupati Bangli selaku Kasatgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli telah melakukan sejumlah pembahasan. “Untuk sementara Satgas masih melakukan proses penyusunan SOP. Dengan kata lain, lokasi apa saja yang akan segera dibuka dengan standar seperti apa, kita juga masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Propinsi,” jelasnya.  

Meski demikian, kata dia, untuk tahap awal menuju new normal di Kabupaten Bangli akan dilakukan dengan mengaktifkan kembali para ASN untuk ngantor sesuai intruksi Gubernur yang telah ditindaklanjuti SK Bupati Bangli. “Sesuai rencana setelah tanggal 6 Juni 2020 ini jika tidak ada perpanjangan lagi, para ASN sudah bisa kembali kerja di kantor. Itu yang baru bisa dipastikan sementara ini” tegasnya. Dalam hal ini, lanjut dia, ASN juga dihimbau untuk tetap mentaati semua SOP untuk pencegahan penyebaran Covid-19. “Sedangkan untuk siswa sekolah, sejauh ini belum ada keputusan masih dalam proses kajian,” ungkap Dirgayusa.

Sementara untuk pembukaan obyek wisata di Kabupaten Bangli, lanjut Mantan Camat Kintamani ini, baru dalam pembahasan ringan saja. “Sesuai rencana pembukaan obyek wisata akan mulai dilakukan secara bertahap. Itu pun tergantung dari perkembangan kasus Covid-19 di Bangli dan nantinya lebih lanjut sesuai arahan bapak Gubernur juga nantinya,” jelasnya.

Secara lebih detail, disampaikan Pejabat asal desa Demulih, Susut ini, pembukaan obyek wisata akan dilakukan secara bertahap dimulai dari tingkat lokal Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, Nasional dan terakhir mancanegara. “Untuk waktu pastinya kapan obyek wisata di Bangli akan dibuka untuk lokal juga masih belum pasti. Namun dari hasil diskusi kita tadi, awal pembukaan untuk lokal saja dulu. Sedangkan secara umum, ya tentunya masih melihat perkembangan kasus di Bali, nasional dan dunia,” sebutnya.

Untuk itu, diharapkan masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan semua himbauan pemerintah guna bisa memutus rantai penyebaran virus corona. “Mudah-mudahan dalam minggu ini, kasusnya bisa terus melandai. Kasus transmisi lokal tidak ada lagi, kasus PMI juga bisa terus berkurang, setelah itu baru kita bisa focus untuk membahas rencana menuju new normal,” pungkasnya. (arw)