JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Lantaran tak kunjung mendapat penanganan dari instansi terkait, jebolnya bahu jalan di obyek wisata Kintamani tepatnya diruas Jalan Sekardadi-Penelokan, Dusun Bugbug, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, menyebabnya ambrolnya kian parah. Padahal, jalan tersebut telah jebol sekitar sebulan lebih. Dampaknya, ruas jalan Propinsi tersebut kini kian membahayakan pengguna jalan terutama saat malam hari. Sebab, jebolnya bertambah parah dan meluas hingga lebih dari 5 meter. Terlebih, di samping bahu jalan tersebut terdapat tebing, sehingga amat membahayakan pengguna jalan.

 

Sesuai pantauan Rabu (12/2/2020), untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, di lokasi jebol memang sudah dipasangi drum, batu dan karung pasir sebagai tanda peringatan bahaya. Mengingat, akses jalur tersebut terbilang cukup ramai. Sebab, tidak hanya sebagai akses wisata namun juga meruapakan akses bagi masyarakat umum dan merupakan jalan utama menuju Kabupaten Buleleng.

Atas kondisi tersebut, sejumlah warga pun menyatakan kekhawatirannya terkait kian meluasnya jebolnya jalan tersebut. Mengingat, akses jalan tersebut juga merupakan jalur utama menuju Pura Ulun Danu Batur yang notabene bulan depan sudah akan melakukan persiapan Karya Ngusabha. “Jika kondisi jalannya terus dibiarkan seperti ini, tentunya kami sangat was-was. Terutama saat pelaksanaan karya Ngusabha Pura Ulun Danu Batur, kondisi lalin akan bertambah krodit sehingga sangat membahayakan para pemedek,” ungkap Wayan Mursadana salah seorang warga setempat.

Disampaikan, atas kondisi tersebut sejatinya pihak desa setempat sudah melaporkan ke pihak terkait. Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan ruang Perumahan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Bangli. Hanya saja, karena bukan kewenangannya laporan tersebut juga telah ditindaklanjuti ke Dinas PU Propinsi Bali. Hanya saja, hingga kini belum ada perbaikan. “Sudah lapor, itu kan yang punya provinsi. Ada petugas yang datang, sampai Pak Bupati Bangli sudah sempat datang melihat, tapi tidak tahu sampai sekarang kok belum ada dibenahi. Hanya dipasang tali pembatas, drum dan karung pasir. Padahal Karya Ngusaba-nya kan sebulan lagi,”keluhnya.

Sebelumnya terkait kondisi jebolnya jalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles juga telah menyampaikan harapannya. Bahkan, yang bersangkutan mengaku menyayangkan tumben Pemprip Bali agak terlambat melakukan penanganan jalan rusak. “Biasanya Pemrop Bali begitu sigap, melakukan penanggulangan kerusakan infrastruktur seperti trotoar, DPT dan jalan yang rusak akibat bencana.Ini, tumben agak terlambat,” ungkapnya. Karena itu, pihaknya kembali meminta Dinas PU Propinsi Bali segera melakukan upaya perbaikan. Sebab, jika itu tidak segera diperbaiki dipastikan kerusakan yang terjadi akan terus bertambah parah. “Karena disampingnya jurang dan terlebih masuk musim penghujan, pastinya jika itu tidak segera diperbaiki akan menyebabkan bahu jalan tersebut bisa ambles sehingga kerusakan kian meluas. Besar harapan kami supaya anggaran perbaikannya juga tidak semakin besar, upaya penanggulangannya segera dilakukan,” tegasnya. (arw)