JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI - fajarbali.com | Setelah sukses membuat alat terbarukan mengubah energy air menjadi bahan bakar, Pande Ketut Liawan (42), Dalang asal Kelurahan Kawan, Bangli kini terus mengembangkan kreativitasnya yang tanpa batas. Alhasil, belakangan Pande Liawan kembali berhasil menciptakan karya terbaru, berupa mesin sortir atau pemilah telur. Baik telur ayam maupun telur bebek.

 

Keberhasilan Pande Liawan membuat mesin sortir telor ini, telah dirasakan manfaatnya oleh sejumlah pengusaha ternak ayam petelur di Bangli. Sebab, dengan mesin ciptaannya itu, pengusaha telur sangat dimudahkan saat memilah ukuran telur, termasuk untuk mengetahui berat dan kondisi telur yang busuk atau tidak secara akurat. Tentunya dengan alat ini, pekerjaan yang dilakukan akan lebih cepat dibandingkan dengan cara manual.

Sebab, menurut Bapak lima anak ini, mesin yang diciptakannya ini memiliki tingkat akurasi tinggi yang membuat konsumen merasa lebih puas dan percaya terhadap produk telur yang dibelinya. “Saya berharap apa yang saya buat mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Pande Liawan saat ditemui awak media turut memamerkan produk ciptaannya dalam Festival Desa Konstitusi di desa Bangbang, Tembuku, belum lama ini.

Disampaikan, ide awal dirinya membuat mesin sortir telur tersebut bermula saat menerima keluh kesah kawannya, seoarang pengusaha telur ayam dari desa Undisan, Tembuku. Keluhan yang disampaikan pengusaha telor tersebut, kesulitan dan keteteran kalau memilah telur untuk bisa dikelompokkan. “Dari situ, saya coba-coba untuk membuatnya dan setelah beberapa kali uji, ternyata bisa dipergunakan,” bebernya.

Kata dia, cara kerja mesinnya tersebut sangat simple. Berat dan ukuran telur yang diinginkan sudah diatur sedemikian rupa. Bahkan di bagian awal mesin ini, juga dilengkapi alat pendeteksi kondisi telur apakah sudah busuk atau masih bagus. “Kalau busuk, begitu diletakkan akan muncul cahaya yang memperlihatkan warna gelap pada telur tersebut,” jelasnya. Sebaliknya, jika kondisi telur baik, secara otomatis telur tersebut bisa kembali dipilah.

Dalam proses sortir, untuk barisan pertama, ukuran telur dibuat paling besar dan selanjutnya dibuat kian mengecil hingga beberapa ukuran. Sehingga begitu proses sortir dimulai, maka telor yang dihasilkan dipastikan ukurannya sama sesuai kelompok dan kualitasnya.

Hal ini diakui Putu Sutarja salah seoarang pengusaha telur ayam asal Undisan yang telah membeli mesin sortir buatan Pande Liawan ini. Putu Sutarja mengaku sangat terbantu dan diuntungkan dengan mesin tersebut. Sebab, kata dia, selama ini dirinya terkendala akan pemilahan telur karena berdasarkan secara kasat mata saja sehingga memerlukan waktu lama dan membutuhkan tenaga banyak untuk memilah telur yang akan dikirimnya kesejumlah pelanggan hingga luar Bali.  

Kalau biasanya untuk satu truk telur pihaknya memerlukan waktu minimal 5 hari untuk sortir telur secara manual. "Kini dengan mesin ini, untuk melakukan sortir telor hanya perlu waktu dua hari saja," ungkapnya. Disampaikan, selama ini telor hasil sortirannya itu dikirim hingga ke Lombok dan NTT.

Karena itu, untuk harga mesin Rp 2 juta ini Sutarja mengaku tak merasakan terlalu mahal. Sebaliknya, dengan mesin tersebut bisa  menghemat waktu dan efesiensi ongkos sortir. “Dengan memanfaatkan mesin ini, proses sortir tidak lagi membutuhkan waktu yang terlalu lama. Bahkan, bisa menghemat tenaga dan ongkos. Yang terpenting, hasilnya tidak sampai membuat pembeli komplin lagi karena kecil kemungkinan terjadi perbedaan ukuran dalam satu kelompok,”pungkasnya. (ari).