JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbai.com | Jelang penilaian Batur Global Geopark Network (BGGN) oleh Unesco pada sekitar bulan September 2020, kondisi puluhan papan informasi geosite dikawasan tersebut benar-benar memprihatinkan.

Dari sekitar 21 geosite yang telah dibangun dikawasan taman bumi tersebut, saat ini hampir semuanya telah rusak. Kerusakan terutama terjadi pada bagian tulisan dan tiangnya telah karatan serta keropos. Hanya saja, karena keterbatasan anggaran upaya perbaikan kios informasi tersebut baru bisa dilakukan secara bertahap.  Hal ini diakui Kabid Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Wayan Bona saat dikonfirmasi Senin (2/9). “Hampir semua geosite yang ada, saat ini kondisinya rusak berat,” tegasnya.

Untuk itu, upaya perbaikan dipastikan akan dilakukan mulai tahun ini. “Jelang penilaian Geopark tahun 2020, upaya perbaikan geosite yang rusak akan kita lakukan mulai tahun ini,” sebut Wayan Bona. Kata dia, karena anggaran terbatas sehingga perbaikan awal akan mulai dilakukan pada geosite-geosite yang lokasinya berada dijalur strategis dan vital. “Anggaran pembangunannya sedikit kurang dari Rp 200 juta. Informasinya, satu geosite sekitar Rp 85 juta. Untuk tahun ini, paling hanya bisa melakukan perbaikan tiga sampai empat geosite,” jelas pejabat asal desa Terunyan ini.

Karena itu, upaya perbaikan tahun ini diperioritaskan untuk pembangunan geosite yang berada dijalur vital seperti, geosite Penelokan, geosite kuburan Trunyan dan beberapa geosite di jalur Toya Bungkah. “Untuk geosite Penelokan kondisinya rusak karena dibongkar untuk pembangunan penataan Penelokan. Sedangkan geosite di Kuburan Trunyan rusak karena tenggelam akibat luapan air danau Batur. Tapi memang rata-rata hampir semua geosite yang ada telah rusak,” tegas Bona.

Kerusakan yang terjadi, diakui Bona, dominan pada bagian papan tulisan dan tiangnya yang telah karatan dan keropos. “Keberadaan Geosite itu sangat penting untuk segera diperbaiki. Selain sebagai salah satu poin terpenting dalam penilaian Geopark pada bulan September 2020 nanti, juga merupakan sarana pusat informasi bagi masyarakat dan pengunjung tentang keberadaan Geopark Batur. Kalau itu tidak ada, khawatirnya geopark kita bisa di-delete,” pungkasnya. (ard)