JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Seorang petani ikan asal Desa Buahan, Kintamani, Bangli dilaporkan tenggelam di kawasan Danau Batur, Selasa (20/08) pagi.

Upaya pencarian melibatkan Sat Polair Polres Bangli, Basarnas bersama tim penyelam dan nelayan setempat. Setelah pencarian selama 7,5 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan dari kedalaman 10 meter dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, korban bernama I Wayan Lantara alias Wayan Sukarsa (37) asal desa Buahan, Kintamani. Kronologis kejadian, bermula sekira pukul 06.00 wita, korban pergi ke Danau Batur untuk melakukan aktifitas sehari-hari yakni memasang jaring ikan. Biasanya korban, bapak dua anak ini, memasang jaring ikan di danau sampai pukul 07.00 wita.

Namun hingga pukul 08.00 wita, korban belum kembali ke rumah. Kemudian saksi istri korban Ni Wayan Sunadi (27) menyuruh saksi ayah korban, Nengah Arta (60) untuk mengecek korban ke danau. Hanya saja, sesampainya di danau, saksi ayah korban justru tidak menemukan korban.

“Saat itu, ayah korban hanya menemukan perahu yang biasa digunakan korban ada di tengah danau dengan jarak 30 meter dari tepi danau tanpa tuan. Curiga anaknya tenggelam, saksi langsung berteriak meminta tolong,” ungkap Kasat Polair Polres Bangli, AKP. I Dewa Made Rencana didampingi Kapolsek Kintamani, Kompol. Made Raka Sugita saat ditemui disela-sela pencarian korban.

Selanjutnya, mendengar teriakan saksi ayah korban, para nelayan lain pun panik dan saat itu langsung melakukan upaya pencarian. Berjam-jam pencarian, namun korban tidak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya Kadus Buahan, I Wayan Suastika melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polairud Kedisan.  Tak berselang lama, petugas Polair langsung membantu upaya pencarian tersebut. Selain itu, pencarian korban juga melibatkan BPBD Bangli, TNI dan Basarnas Bali. Upaya pencarian, kata AKP. Dewa Rencana, dilakukan dengan cara penyelaman dan juga secara tradisional menggunakan jaring dan juga kail oleh masyarakat setempat.

“Hingga akhirnya, setelah 7,5 jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 14.54 wita sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jazad korban ditemukan oleh salah seoarang nelayan yang ikut melakukan pencarian dengan menggunakan kail,” jelas AKP. Dewa Rencana. Kata dia, lokasi penemuan mayat korban sekitar 10 meter ke arah timur dari penemuan kanonya. “Sedangkan jazad korban ditemukan dikedalaman sekitar sepuluh meter dibawah air dekat kuramba milik warga,” tegasnya.

Selanjutnya jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka yang jaraknnya sekitar 200 meter dari tepi danau Batur. Penyebabnya, sesuai kronologis tersebut diduga korban tenggelam karena terpeleset dari sampannya saat memasang jaring. “Sesuai keterangan saksi-saksi, sebenarnya korban pintar berenang. Namun karena saat kejadian, diduga korban menggenakan pakaian tebal dan sepatu boat, sehingga menyulitkan korban berenang kepermukaan sehingga tenggelam,” Kasat Polair AKP. Dewa Rencana. Tiba di rumah duka, jenazah korban langsung dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan Puskesmas Kintamani dan diidentifikasi oleh tim Identifikasi Polres Bangli. “Proses lebih lanjut, kasusnya saat ini masih ditangani oleh Mapolsek Kintamani,”pungkasnya.  (ard)