JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Meski Bupati Bangli I Made Gianyar telah memberikan deadline agar penataan Pasar Kidul sudah tuntas dilakukan hingga Selasa (20/8), nyatanya tidak bisa berjalan mulus sesuai rencana.

Sesuai pantauan, di lantai II Pasar Kidul, puluhan pedagang kain yang selama ini ngotot menolak di pindahkan ke Pasar Lokasrana masih tetap bertahan. Disisi lain, para pedagang yang selama berjualan dibawah selasar bagian utara Pasar Kidul justru telah mulai dipindahkan ke lantai II. Padahal, pembongkaran kios belum sepenuhnya tuntas dilakukan. Akibatnya, kondisi Pasar Kidul saat ini kian menjadi sembrawut lantaran pemindahan yang terkesan dipaksakan tersebut.

Salah seoarang pedagang canang, Dewa Ayu Sri, yang selama ini berjualan di bawah bagian utara Pasar Kidul mengaku dirinya diminta sudah mulai pindah sejak tiga hari lalu. Kata dia, dirinya bersama pedagang lain meliputi pedagang rempah-rempah, bunga dan buah-buahan sejatinya tak menolak pemindahan tersebut. Hanya saja, sebelum dipindahkan tersebut, pihaknya meminta, tempat yang baru ini dibersihkan dulu. "Saat belum semua kios di bongkar, kami sudah disuruh pindah ke lantai II oleh pengelola pasar. Kondisinya bisa dilihat sendiri, masih kotor dan berantakan begini. Akibatnya, kami para pedagang termasuk pembeli jadi tidak nyaman,” sesal perempuan yang beralamat di Banjar Pande, Bangli ini.

Dampaknya, selama tiga hari berjualan ditempat baru yang bersangkutan mengaku rugi karena sepi pembeli. Terlebih kata dia, para pedagang yang dipindakan tersebut belum dikelompokkan alias masih baur. “Kami sudah sempat berbicara dengan pengelola pasar agar dilakukan pengelompokan. Entah didengar atau tidak kami tidak tahu. Yang jelas harapan kami, selain dilakukan pembersihan terlebih dahulu, para pedagang yang dipindahkan dikelompokkan sesuai barang dagangannya, sehingga tidak terpencar dan pembeli tidak menjadi bingung” bebernya.

Disisi lain, rencana Bupati Bangli melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar  seluruh pedagang kain yang sebelumnya menempati lantai II Pasar Kidul dipindahkan ke Pasar Loka Crana, juga diakui belum berjalan sesuai harapan. Padahal sesuai rencana, setelah pemindahan semua pedagang kering dilantai II tersebut, selanjutnya akan dipergunakan untuk para pedagang yang selama ini berjualan di bawah selasar dan juga yang berjualan di trotoar jalan. Sedangkan dibawah selasar tersebut, fungsinya akan dikembalikan sebagai tempat parkir.   

Hanya saja, hingga batas waktu yang ditetapkan, masih ada 28 pedagang kain yang masih ngotot tidak mau pindah. Terkait hal ini Kadisperindag Bangli, I Nengah Sudibia saat dikonfirmasi terpisah justru menyerahkan tindak lanjut penyelesaian persoalan tersebut sepenuhnya ke Bupati. Sedangkan terkait penataan lantai II Pasar Kidul yang masih berantakan, pihaknya mohon maklum. Sebab, prosesnya memang dilakukan secara bertahap.

"Pelan-pelan, orang pindah kan perlu waktu. Nanti pasti dibantu dibersihkan. Kami dari Disperindag sudah menginstruksikan ke pengelola pasar," tegasnya. Pihaknya juga mengaku sengaja memindahkan pedagang yang selama ini berjualan dibawah selasar pasar dan trotoar untuk mengakomodir permintaan warga sekitar yang kerap mengeluhkan akses jalan sekaligus untuk penegakan perda larangan trotoar dijadikan tempat berjualan.

Sementara terkait pemindahan pedagang ke pasar Loka Crana, diakui sudah mulai dilakukan sejak tanggal 15 Agustus 2019. Hanya saja, dari 155 pedagang lama, baru 133 diantaranya yang sudah mau pindah ke Pasar Loka Crana. Kata dia, awalnya ada 34 pedagang yang ngotot tidak mau pindah. “Kemudian setelah dilakukan pendekatan ada enam pedagang yang sebelumnya tidak mau pindah, sekarang sudah mau pindah. Sehingga sisa pedagang yang masih ngotot tak mau pindah sebanyak 28 pedagang dan hingga kini masih bertahan di Pasar Kidul," ungkapnya.

Persoalan kian ruwet, mengingat kapasitas di Pasar Loka Crana pasca dilakukan pengundian sebelumnya saat ini masih tersisa hanya untuk menampung 10 kios saja.  Dengan kata lain, jika seluruh pedagang yang masih bertahan ini dipaksa pindah, tentunya akan kekurangan lagi 18 tempat lagi. “Atas persoalan ini, Sudibia mengaku masih menunggu intruksi lanjutan dari Bupati Bangli.

“Iya nanti tunggu intruksi Bupati Bangli seperti apa tindak lanjutnya,” jelasnya. Upaya lain yang akan dilakukan, kata dia, akan melakukan pengecekan dan pendataan kembali terkait adanya kemungkinan satu pedagang mendapatkan kios double atau kemungkinan ada pedagang yang sudah berhenti dengan harapan semua pedagang nantinya bisa tertampung merata. Sedangkan untuk pembongkaran kios lantai II Pasar Kidul, ditargetkan, paling lambat akhir bulan Agustus ini harus sudah selesai dilakukan. (ard)