JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Sinergisitas antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bangli dinilai masih kurang. Salah satu buktinya, terkait pengelolaan pasar. Sampai saat ini, antara SKPD  justru masih terkesan mengedepankan egosektoral.

Dampaknya keluhan warga terkait buruknya pengelolaan pasar di Kabupaten Bangli masih sering mencuat. Hal ini diakui, Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, dalam rapat kerja dengan sejumlah SKPD belum lama ini. “Selama ini, keluhan warga terhadap buruknya pengelolaan pasar masih sering kita terima. Karena itu, kita minta SKPD yang menjadi tim pengelola pasar agar lebih bersinergi. Jangan lagi ada kesan egosektoral,”tegas Kutha Parwata.

Disampaikan, selama ini pihaknya masih menangkap kalau SKPD seperti Disperindag, Dishub serta BLH, masih kurang koordinasinya. Akibatnya, keluhan-keluhan masyarakat terkait belum maksimalnya pengelolaan pasar itu masih mencuat. “Keluhan terkait belum optimalnya pengelolaan pasar di Bangli, khususnya Pasar Kidul sering disampaikan ke kita. Maka dari itu, sinergisitas antar SKPD didalamnya harus lebih ditingkatkan lagi,”ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD I Ketut Suastika. Disampaikan, keluhan-keluhan  pengelolaan pasar yang sering disampaikan warga ke pihaknya, seperti masih adanya kondisi pasar kumuh, WC tidak berfungsi serta adanya tumpukan sampah yang jarang diangkut. “Ini membuktikan koordinasi antar SKPD belum jalan.  Kita harap bila ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat integritas intansi terkait  harus ditingkatkan,”ungkapnya.

Suastika menyebutkan, secara teori pengelolaan pasar, khususnya Pasar Kidul  Bangli memang  bagus. Hanya saja, actionya yang kerap salah kaprah dan bahkan cenderung tidak ada. Karenanya pihaknya meminta antara teori dengan praktek harus berimbang. “Seperti soal masterplan Pasar Kidul, sejak rapat kerja dua tahun lalu kita minta. Namun sampai sekarang belum ada,” sesalnya.

Lanjut politisi PDIP ini, saat melakukan kunjungan kerja terkait dengan pengelolaan pasar, pasar yang ada di luar daerah memiliki miniatur tentang pasar. Jadi pengelompokan pedagang bisa dilihat dengan jelas, mana pedagang kain, pedagang daging serta jenis dagangan lain mudah diketahui lokasi dimana. “Sementara disini kita belum melihatnya, lokasi pedagang belum jelas. Jadi kita  harap  hal ini agar tetap menjadi perhatian,”papar Suastika.

Sementara Kadisperidag Bangli I Nengah Sudibia pada kesempatan itu mengakui kalau  tumpukan sampah yang ada di Pasar Kidul, Bangli, sering dikeluhkan  pengunjung. Kata dia, sejatinya petugas yang membidangi telah melakukan pengangkutan secara maksimal.  Namun sampah dengan cepat menumpuk, ada indikasi meningkatnya volume sampah di pasar lantaran masayarakat banyak yang membuang sampah ke lokasi. Tindak lanjut dari itu, saat ini pengangkutan sampah di pasar telah diatur jadwalnya. (ard)