JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, SE kembali menyoroti kondisi Pasar Singa Mandawa Kintamani yang hingga kini dinilai penataannya masih sembrawut dan amburadul. Kondisi ini terjadi, lantaran para pedagang lebih memilih berjualan dengan mencaplok ruas jalan yang notabene baru selesai dihotmik.

Karena itu, Carles mendesak instansi terkait segera melakukan penataan para pedagang agar kondisinya menjadi lebih nyaman ditengah belum jelasnya rencana revitalisai pasar terbesar di Kintamani ini.  “Para pedagang maunya semua bisa didepan berjualan. Jika dibiarkan kondisinya tentu akan bertambah parah dan semakin amburadul. Karena itu, penataan pedagang harus segera dilakukan,” tegas Carles saat dihubungi Rabu (19/6/2019).

Sebab, menurutnya, jika dilakukan penataan dan pengelompokan pedagang didalam pasar, selain akan menimbulkan kesan yang lebih nyaman juga dipastikan akan tetap dicari oleh pembeli. Lebih lanjut, Carles membeberkan, sejatinya sekitar 4 bulan lalu pihaknya sudah sempat menggelar rapat kerja dengan mengundang Bupati Bangli dan OPD terkait agar saat jalan tersebut selesai di hotmik segera melakukan penataan pedagang.

“Dalam Rapat Kerja itu, kita sudah meminta begitu Hotmik selesai, sekitar bulan Desember 2018, pedagang sudah harus ditata. Tidak harus menunggu bangunan pasar yang baru. Karena lahan yang ada dibawah masih cukup tersedia,” ungkap Carles yang juga Ketua Partai Demokrat Kabupaten Bangli ini.

Terlebih kata dia, akses jalan di Pasar tersebut kini sudah bagus. Pedagang juga diakui turut bersyukur dan berterimakasih, karena kondisi jalan sudah tidak becek dan kumuh lagi. “Nah, sekarang kan tinggal penataan saja. Tidak harus menunggu bangunan selesai direvitalisasi. Harus segera ditata dulu dengan baik, dikelompokkan, dengan berkoordinasi dengan OPD seperti Disperindag, Dinas Perhubungan, BLH supaya tidak saling klaim,” jelasnya.

Tindak lanjut dari itu, Carles juga mengaku sudah melaporkan kembali persoalan tersebut ke Bupati. Tujuannya, agar segera ditindaklanjuti setelah dilakukan penghotmikan. “Kalau ini tidak disikapi dengan baik, tentunya akan menjadi tambah parah dan sembrawut. Jalan sudah bagus tapi penataan masih amburadul. Makanya kita dorong secepatnya. Kalau memang serius, saya rasa tidak sampai sebulan penataan sudah bisa dilakukan. Tinggal mengelompokkan saja itu,” tegasnya.

Sementara itu, terkait rencana revitalisasi Pasar Singa Mandawa, diakui hingga kini belum ada kepastian soal anggarannya. Sebab, kata dia, masih menunggu rekomendasi Mendagri. “DPRD sudah menyetujui soal pinjaman. Sekarang hambatannya di Mendagri soal persetujuan anggaran untuk pinjaman belum ada persetujuan. Itu berarti kan belum jelas juga.  Padahal DED sudah ada. Sekarang tinggal masalah anggarannya saja. “Maka dari itu, sambil menunggu proses pembangunannya itu, tentunya sekarang sudah bisa dilakukan penataan pedagang terlebih dahulu,” desaknya.

Pihaknya juga mengaku, sejatinya tidak terlalu menyalahkan pimpinan OPD. Mengingat saat ini, banyak jabatan disejumlah OPD yang kosong sehingga disadari beban kerja para pejabat di Bangli menjadi lebih berat. “Meski pun demikian, saya tetap berharap agar OPD terkait segera menindaklanjuti penataan pedagang pasar Kintamani terlebih dahulu,” pungkasnya. (ard)