JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Meski sudah memasuki hari kedua masa tenang. Namun hingga Senin (15/4/2019) atau H-2 Pencoblosan, sejumlah alat peraga kampanye (APK) masih tampak marak terpasang di sejumlah titik di wilayah Bangli.

Maraknya APK yang belum tercabut ini, tampak hampir merata terjadi di empat kecamatan seluruh Bangli. Bahkan di Kecamatan Kintamani, kondisinya paling banyak ditemukan APK yang belum diturunkan oleh peserta pemilu. Hal ini, diakui Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli Nengah Purna, saat ditemui disela-sela kegiatan pengawasan pendistribusian logistik di Pasar Loka Crana.

Dijelaskan, sejatinya sebelum memasuki masa tenang pihaknya telah menyurati seluruh peserta pemilu agar menurunkan APK-nya masing-masing. Hal ini, telah diatur dalam PKPU, bahwa selain melakukan pemasangan dan perawatan APK, untuk penurunannya juga menjadi kewajiban masing-masing peserta pemilu.

“Memang ada satu dua yang sudah dibersihkan, tapi masih ada juga yang belum menurunkannya. Kita dari Bawaslu sudah bersurat, termasuk KPU juga sudah. Kita himbau agar APK-nya dibersihkan,” tegas Purna.

Disebutkan, dari empat kecamatan di Bangli, wilayah yang hingga saat ini yang paling banyak dijumpai APK yakni Kintamani. Tindak lanjut masih maraknya keberadaan APK yang masih terpasang, Purna mengaku pihaknya bersama Satpol PP telah terus melakukan kegiatan penertiban APK saat mulai memasuki masa tenang.
Terbukti dalam kegiatan penertiban Minggu (14/4) lalu di wilayah Kecamatan Bangli pihaknya memberangus sedikitnya 83 APK, berupa bendera, baliho dan spanduk. Selain itu, pada Senin kemarin, kegiatan penertiban juga masih terus dilakukan dengan menyasar Kecamatan Susut. “Pada saat masa tenang hingga H-1, kita harus sudah pastikan seluruh sisa-sisa APK yang selama ini masih belum dicabut oleh peserta mesti harus dibersihkan. Kita sudah komit bersama Sat Pol PP,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya bersama tim akan kembali turun untuk melakukan pembersihan agar pada saat hari pencoblosan sudah benar-benar bersih dari APK. Lebih lanjut, pihaknya kembali menghimbau kepada seluruh peserta pemilu untuk menaati aturan yang ada. “Sesuai aturan, peserta pemilu mendapat kewajiban memasang, memelihara dan mencabut APK. Itu mestinya ditaati. Jika tidak, kewajiban kami yang akan membersihkan” tegasnya. Sebab pada masa tenang, harusnya masyarakat diberikan kesempatan agar lebih tenang dan khusuk dalam menentukan pilihannya ke TPS supaya pemimpin yang dihasilkan benar-benar yang bisa dipercaya masyarakat. (ard)