JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Lantaran melakukan tindak pidana penipuan berupa proyek peningkatan jalan senilai ratusan juta, Ni Wayan Sri Mahayani alias Jero Manik diciduk tim opsnal Polsek Bangli, Senin (25/03). Perempuan berusia 45 tahun yang beralamat di Dsn/Br.Selati, Desa Bunutin, Bangli ini, ditangkap diwilayah kabupaten Klungkung. 

Sesuai informasi yang dihimpun di Mapolsek Bangli, kronologis kasus yang menimpa Jro Manik, bermula dari laporan yang disampaikan korban I Nyoman Saka Warsa (44) asal br. Merta, desa Awan, Kintamani ke Mapolsek Bangli pada tanggal 09 Januari 2019 lalu. Dalam laporannya, korban mengadukan tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan berupa proyek peningkatan jalan dan sejumlah Cek Tunai Bank BPD Bali yang dilakukan oleh terlapor Jro Manik. Selanjutnya, unit Reskrim Polsek Bangli melaksanakan penyelidikan atas pengaduan masyarakat tersebut dan dari hasil penyelidikan ditemukan beberapa bukti bahwa, sesuai keterangan pelapor menjelaskan bahwa sejak tanggal 17 Agustus 2019, melakukan hubungan kerjasama proyek peningkatan jalan dengan terlapor mengatasnamakan PT. Wangun Jaya dan pihak PT. Adhi Karya.

Bahkan untuk menyakinkan korban, terlapor juga sempat menunjukan lokasi proyek tersebut di beberapa lokasi yaitu di Desa Demulih, Bangli dan di Renon, Denpasar. Karena tertarik dengan kerjasama tersebut, korban pun menyerahkan sejumlah uang tunai kurang lebih sebesar Rp. 223.000.000,- sebagai modal untuk pembelian material batu pecah dan pasir yang digunakan untuk pelaksanaan proyek peningkatan  jalan tersebut.

Pada saat itu, dari sejumlah modal yang diserahkan oleh pengadu kepada terlapor, terlapor menjanjikan keuntungan sebesar 20% dari modal yang diserahkan oleh pengadu yaitu berupa 3 lembar Cek Tunai Bank BPD Bali dengan nominal masing-masing Rp. 100.000.000,-, Rp. 117.000.000,-, dan Rp. 31.250.000,- tertanggal pencairan 31 September 2017 yang diserahkan langsung oleh terlapor.

Namun setelah hari pencairan tersebut, korban yang datang langsung ke Bank BPD Bali guna mencairkan Cek Tunai tersbut, oleh pihak tailer menjelaskan bahwa Cek tersebut tidak bisa di cairkan karena saldo rekeningnya kurang. Karena itu, korban pun langsung meminta pertanggung jawaban pelaku dan meminta bukti kwitansi pembelian material yang digunakan untuk proyek. Namun saat itu, terlapor justru memberikan uang ganti rugi kurang lebih sebesar Rp. 100.000.000,- dan sejumlah kwitansi yang diberikan berupa kwitansi pembelian bahan material yang di tanda tangani oleh saksi I Nengah Buana Jaya dan I Putu Darma bersama terlapor.

Hanya saja, sesuai keterangan saksi I Nengah Buana Jaya justru menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 Pihak PT. Wangun Jaya tidak ada menjalin hubungan kerjasama dengan terlapor Jro Manik. Sehubungan dengan kwitansi pembelian material yang diserahkan oleh terlapor kepada korban yang berisikan tanda tangannya, tidak diakui oleh kedua saksi karena dirinya tidak pernah menanda tangani kwitansi yang dimaksud.

Atas temuan tersebut, dari hasil penyelidikan di temukan unsur-unsur Pasal 378 KUHP yang di sangkakan kepada terlapor. Karena itu, kasus ini pada sekira bulan Desember 2018 dan akhir bulan Januari 2019 telah dilakukan mediasi terhadap pengadu dan terlapor untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan yang mana dalam mediasi pengadu menuntut agar terlapor mengembalikan sejumlah kerugian yang dialami oleh pengadu kurang lebih sebesar RP. 130.000.000,-.

Namun dari hasil beberapa kali mediasi, terlapor belum bisa memenuhi permintaan permintaan korban untuk bisa mengembalikan uangnya. Karena itu, kasus ini akhirnya dilanjutkan. Hingga akhirnya, unit opsnal Polsek Kota Bangli melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penipuan tersebut.

Kasubag Humas Pores Bangli, AKP. Sulhadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penangkapan tindak penipuan tersebut.  “Dari hasil Pulbaket dan keterangan saksi-saksi, unit Reskrim Polsek Bangli melaksanakan gelar perkara atas kasus tindak penipuan tersebut, terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya. Oleh karena itu, dijelaskan Sulhadi, Kanit Reskrim Polsek Kota Bangli Iptu Kt.Purnawan,SH, MH memerintahkan Panit 1 Reskrim Polsek Kota Bangli Aiptu Md Sangiarta beserta anggota opsnal untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka. “Unit opsnal sempat mencari keberadaan tersangka ke rumah'nya. Namun yang bersangkutan tidak ada. Kemudian, hasil lidik dan berkar informasi dari salah seoarang warga diketahui tersangka berada di wilayah Klungkung,” jelasnya. Dengan serta-merta, selanjutnya tim opsnal langsung bergerak ke wilayah Klungkung. “Keberadaan tersangka akhirnya ditemukan dan langsung ditangkap untuk selanjutnya diamankan ke ke Mapolsek Kota Bangli untuk proses sesuai hokum yang berlaku,” bebernya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu lembar Cek Tunai Bank BPD Bali nomor P731267 nominal 100.000.000. Satu lembar surat perjanjian kerjasama antara Pelapor dan terlapor 17 agustus 2017. Satu lembar copy kwitansi nomor 1367 dari PT.Wangun Jaya untuk biaya pembayaran pembelian agregate A pada UD Windu Karya sebesar 207.576.000. Satu lembar FC kwitansi no.1368 dari PT Wangun Jaya untuk pembayaran pembelian agregate A pd UD Windhu Karya sebesar Rp.183.832.200. Satu lembar print out laporan transaksi no Rek.02330100043303 Banl BRI a.n. Pelapor priode transaksi 01/08/2017-31/08/2017. Satu lembar Cek tunai PT Bank BPD Bali no.P731269, 30 september 2017 nominal 31.250.000 dan satu lembar cek tunai PT Bangk BPD Bali no.P731265 tgl 17 september 2017, nominal 117.000.000. “Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta. Sedangkan untuk tersangka, sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan untuk pendalaman kasus,” pungkasnya. (ard)