JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Kabupaten Bangli, kini terpaksa melakukan peninjauan kembali rencana perbaikan dan pembangunan Tanggul Munduk Bebengan, banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan.

Sebelum tanggul tersebut jebol pada Senin (18/03) lalu, pihaknya telah berencana untuk melakukan perbaikan saluran irigasi menuju subak Tampa Daha, Tegalalang pada tahun 2020. Karena itu, pasca jebol PUPRKim kini masih harus melakukan survey kembali untuk mengetahui kebutuhan anggaran dan kontruksi yang akan dilakukan guna memperbaikan tanggul tersebut.

Demikian disampaikan, Sekretaris PUPRKim Kabupaten Bangli, I Made Soma saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/03/2019). Disampaikan, pasca jebolnya tanggul tersebut, pihaknya telah menurunkan petugasnya ke lokasi untuk melakukan pengecekan. “Namun karena hujan,  petugas belum berani melakukan pengukuran mengingat kondisi tanah yang masih labil. Surcey dan pengecekan akan kita lakukan lagi menunggu cuaca cerah,” tegasnya.

Kata dia, sebelum itu jebol, sejatinya Dinas PUPRKim sudah mengusulkan perbaikan akan dilakukan pada tahun 2020 dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari DAK. “Sekarang karena jebol kembali, tentunya masih diperlukan perhitungan ulang untuk mengetahui kebutuhan dananya dan rencana kontruksi yang akan dilakukan secara detail,’ jelas Made Soma.  

Yang mana, sesuai usulan sebelumnya,  perbaikan tanggul tersebut dianggarkan Rp 900 juta. “Untuk usulan sekarang jumlahnya, belum tentu sama. Masih dalam perhitungan. Karena jebol yang sekarang, kemungkinan kebutuhan anggaran yang diperlukan bisa mencapai 2 miliar. Kebutuhan anggaran ini, nantinya kita sesuaikan dengan ketinggian dan Panjang saluran yang akan dibuat,” sebutnya. Dalam upaya perbaikan ini, selain akan membangun kembali tanggul yang jebol tersebut juga akan dibangun dinding penahan tanah.  “Untuk menghindari kerawanan kebocoran, kita gunakan system beton. Pembangunan saluran irigasi tidak lagi menggunakan batu,” ungkap Soma.

Perlu waktu berapa lama melakukan perbaikan? Pihaknya kembali menekankan bahwa rencana perbaikan pada tahun 2020. “Kita hitung dulu berapa volume yang akan dikerjakan itu. Setelah itu, baru akan diketahui berapa lama waktu yang diperlukan,” tegasnya. Lantas terkait dampak jebolnya Tanggul tersebut akan menyebabkan hektaran lahan persawahan mengalami kekeringan yang lama, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi juga dengan pihak subak.

“Kalau memang memungkinkan, upaya penanggulangan untuk sementara akan dilakukan secara manual terlebih dahulu. Ini yang akan kita rembugkan juga dengan para subak,” pungkasnya.

Sebelumnya, akibat hujan deras yang terjadi sejak senin (18/03), selain telah menyebabkan bencana banjir yang mengepung kota Bangli, juga menyebabkan Tanggul Munduk Bebengan di Lingkungan Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli ambrol. Akibatnya, banjir bandang sempat menerjang bantaran Sungai (Tukad) Anakan Dari dan menyebabkan setidaknya ada lima rumah yang berada dibantaran sungai tersebut terisolasi.

Sebab, terjangan banjir tersebut turut menyebabkan akses berupa jalan setapak menuju ke pemukiman warga hancur lebur sehingga sama sekali tidak bisa dilalui lagi. Selain itu, bencana ini juga turut menyebabkan hektaran sawah di subak Tampa Daha, Tegalalang terancam kekeringan dan hektaran lahan perkebunan dibantaran sungai Anakan Dari rusak parah akibat tertimbun material lumpur yang dihanyutkan oleh terjangan banjir bandang tersebut. (ard)