JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Akibat sejumlah gedung pertemuan mengalami kerusakan, belakangan menyebabkan Pemkab Bangli kerap kelimpungan dan terpaksa meminjam Wantilan atau Balai Banjar Pengelipuran dan ruang pertemuan di Musium Gunung Api Batur untuk menggelar berbagai kegiatan.

Kerusakan Gedung pertemuan tersebut, seperti tampak pada Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati  Bangli dan  Sasana Budaya Bangli Giri Kusuma yang berlokasi di Banjar Pakuwon yang kondisinya sangat memperihatinkan.

Sedangkan untuk ruang pertemuan di Kantor Dinas PKP Bangli. Meski masih bisa dimanfaatkan untuk menggelar rapat maupun pertemuan, namun kondisinya dinilai kurang representatif. Dampaknya, bila ada acara bersamaan lebih dari satu, Pemkab Bangli kesulitan untuk mencari Gedung pertemuan maupun Gedung serbaguna tersebut.

Hal ini diakui secara tersirat oleh Kabag Umum Setda Bangli I Kadek Mahindra Putra saat dikonfirmasi awak media,  Minggu (10/3/2019). Pihaknya tidak menampik, untuk menggelar pertemuan yang melibat banyak peserta sering meminjam tempat pasca rusaknya gedung BMB dan jebolnya Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma, Bangli. “Kita selama ini memang sering meminjam tempat untuk rapat maupun pergelaran pentas budaya maupun pameran,”katanya.

Disampaikan, upaya meminjam Balai Banjar atau Balai Desa milik Desa Adat Penglipuran dan ruang pertemuan  di Museum Gunung Api Batur biasa dilakukan jika ada kegiatan semacam pameran, pentas seni budaya atau menjamu kunjungan baik dari pemerintah Propinsi Bali, kunjungan pemerintah pusat atau kunjungan lainnya.  

“Sedangkan untuk  menggelar rapat di lingkungan Pemkab Bangli, kita telah mengoperasikan ruang pertemuan  dengan kapasitas 100 orang  yang berlokasi di ruang rapat rutin Setda Bangli,” ungkapnya. Dimana, untuk anggaran rehabnya telah diambilkan dari biaya perawatan gedung senilai Rp 30 juta.

Sedangkan untuk upaya perbaikan gedung BMB, kata mantan Kabag Humas Setda Bangli ini, pihaknya masih menunggu design pembangunan Puspem Bangli. Termasuk untuk perbaikan Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli, pihaknya telah mengusulkan penghapusan. “Untuk upaya perbaikan, kita masih menunggu DED Puspem agar pembangunan yang dilakukan nantinya tidak tumpang tindih,” tegasnya.  (ard)