JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Pura Pura Beli Bibit Babi, Ketut Sum Tipu Warga

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Kasus penipuan oleh I Ketut Sum (45) warga Desa/Kecamatan Susut, kepada I Wayan Sunadi (39) warga Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Bangli, bulan Agustus lalu, kini sudah dilimpahkan ke Kejajaksaan Negeri Bangli.

”Berkas perkara sudah lengkap, pelaku penipuan dilimpahkan ke Kejari Bangli, Jumat lalu (19/10), ” ujar Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi seijin Kapolres Bangli, AKBP Tri Agus Waluyo, Senin (22/10/2018).

Dikatakan Sulhadi, kasus tersebut ditangani Polsek Susut. Pelaku ditahan di Mapolsek Susut sejak tanggal 24/8 sampai 12/9  tahun 2018 dan diperpanjang dari /9 sampai 22/10 2018.

Kasus tersebut menyebabkan terjadi  kerugian Rp.11,5 juta bagi korban. Dipaparkan, terlapor saat itu berpura-pura mengaku bakal membeli bibit babi, lalu menawarkan kredit bunga rendah kepada korban. Untuk mendapatkan kredit korban diminta untuk memberikan uang jaminan dan asuransi, totalnya Rp. 11,5 juta. Kasus ini diketahui korban setelah mendapatkan informasi dari mertuanya. Perbuatan terlapor diancam pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP.

Kasubag Humas Polres Bangli, Sulhadi menjelaskan kalau penyerahan berkas atas tersangka I Ketut Sum diterima Jaksa Penuntut Umum, Lusya Marhaendrastiana, SH  bersama Gadhis Ariza, SH di Kejari Bangli, Senin (22/10).

”Penyidikan dan pemberkasan perkara penipuan dan penggelapan telah rampung. Berkas pelaku serta barang bukti dinyatakan P21. Hari ini Jumat (19/10 kami limpahkan ke Kejari Bangli,” jelas Sulhadi.

Diungkapkan kronologisnya, bahwa pada Kamis (20/8) tahun 2018 sekitar jam 12.30 terlapor datang ke rumah korban berpura-pura menanyakan bibit babi, lalu kemudian menawarkan kredit bunga rendah 0,2 persen  kepada korban. Kredit dengan cicilan per-enam bulan Rp.9.000.000 selama lima tahun. Dan terlapor mengatakan bila berminat, maka si peminjam kredit harus menyerahkan uang tabungan Rp. 10.000.000 untuk dijadikan jaminan, plus biaya asuransi Rp. 1.500.000.

Menurut Sulhadi, korban tertarik dengan tawaran terlapor lalu menyetujuinya dengan menyerahkan uang Rp. 10.000.000 pada Kamis (20/8/2018). Dan esoknya Jumat 21/8 korban menyerahkan uang asuransi Rp. 1.500. 000.

Esok hari, mertua korban menerangkan kepada korban kalau terlapor sudah sering melakukan penipuan. Karena itu korban meminta terlapor datang ke rumahnya, dan korban minta agar dikembalikan uang yang diberikan tersebut. Namun terlapor tak mau mengembalikan uang itu, dengan alasan yang berbelit-belit, hingga kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian. (sum)