BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Ribuan masyarakat yang memadati acara Peresmian Alun-Alun Kota Bangli pada Rabu (12/1/2022) kecewa berat. Pasalnya, hiburan musik yang saat itu ditunggu-tunggu penonton serangkaian peresmian tersebut tiba-tiba dihentikan aparat. Hal itu terjadi, lantaran rangkaian kegiatan tersebut telah ‘over time’ sehingga melanggar kesepakatan antara panitia dengan Polres Bangli yang mengeluarkan ijin keramaian.

Sebab, rangkaian kegiatan Peresmian tersebut hanya sampai pukul 22.00 wita dengan kapasitas undangan 750 orang. Hanya saja, secara teknis terjadi beberapa kendala yang menyebabkan sejumlah kegiatan ngaret. Sesuai rundown kegiatan, seharusnya ada dua band Indie yang akan ditampilkan mulai pukul 20.00 wita. Yakni, Nostress dan Painful By Kisses (PBK) dengan penampilan masing-masing selama satu jam hingga pukul 22.00 wita. Namun, karena kendala tersebut Nostress baru bisa tampil sekitar pukul 21.35 wita. Alhasil, baru membawakan dua lagu, petugas pun menghentikan kegiatan tersebut. Akibatnya, PBK tidak bisa tampil sama sekali.

Hal ini diakui Dandim Bangli, Letkol. Inf. Putu Gde Suwardana saat dikonfirmasi Kamis (13/1/2022). Menurut Dandim, rangkaian kegiatan Peresmian Alun-Alun Kota Bangli pada Rabu malam kemarin sejatinya telah dilaksanakan dari pagi hingga malam. “Saat itu, Kabag Ops Polres yang pertama ngomong penghentian kegiatan itu. Setelah itu, selang 10 menit karena kurang respon, baru saya bicara,”ujarnya. Disebutkan, penghentian dilakukan karena memang sesuai rundown kegiatan selesainya jam 10 malam. “Start dari jam 6.15 sampai jam 10 malam. Memang dalam kegiatannya itu, harusnya space waktu untuk music akustik itu, dari jam 20.00  wita sampai 22.00 wita, dua jam harusnya. Namun karena dinamika dan segala macamnya, sehingga kegiatan itu baru bisa terlaksana sekitar jam 21.30 wita. Karena, ternyata transisi antar kegiatan ada jeda waktunya hingga beberapa menit. Akibatnya, yang seharusnya jam 20.00 sudah hiburan music, namun belum. Jadi sesuai rundown kegiatan acara itu, memang hanya sampai jam 22.00. Itu alasan pertama,” bebernya.

Berikutnya alasan kedua, kata dia, hiburan musik tersebut terpaksa dihentikan karena kemungkinan orang berpikir itu adalah konser. “Kita tegaskan lagi, itu bukan konser. Melainkan, rangkaian acara Peresmian Alun-alun yang diantaranya ada hiburan musik. Selain itu, setelah kita lihat dilapangan, ternyata massa begitu banyak. Kalau saya hitung cepat, mungkin antara tiga ribu  sampai lima ribuan lebih. Massa dari panggung utara hingga skate park. Begitu massa bergerombol banyak, yang pertama negur adalah Kabag Ops. Yang di barisan pertama yang disorot lampu itu, banyak yang tidak gunakan masker, tidak sesuai prokes,” jelas Dandim Bangli.  

Jadinya saat itu, begitu satu lagu dua lagu dibawakan massa semakin bertambah banyak dan tidak menggunakan masker juga. “Karena itu, kita hentikan. Kita cukupkan sampai disitu karena takutnya tambah ramai,” ujarnya. Disampaikan pula, dari hasil survey yang dilakukannya dengan cara bertanya satu persatu, nyatanya banyak penonton yang datang bukan orang Bangli. “Kalau kita persentase, mungkin setengahnya orang luar Bangli. Begitu ditegur, baru mereka mengeluarkan masker kemudian dipasang. Kita takutnya, tau-tau mencuat kasus di suatu tempat, begitu ditracing ternyata habis dari acara music di Bangli. kita tidak ingin ada istilah pembiaran dari aparat. Sudah tau salah di lapangan, tapi kita tidak berbuat apa-apa. Makanya kita ambil langkah seperti itu (penghentian),” tandasnya.

Disisi lain Ketua Rise Of Bangli Management, I Wayan Wahyu Pramana selaku panitia kegiatan peresmian Alun-alun Bangli menyampaikan permakluman dan permintaan maaf atas penghentian hiburan musik tersebut. Kata dia, diluar perkiraan jumlah penonton yang datang begitu membludak. “Alasan utama pembubaran karena kapasitas penonton. Disamping juga karena ada batas jam-nya. Sehingga memang kami maklumi dan atas nama panitia kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kemarin. Untuk kedepannya, agar sama-sama bisa lancar, kita terapkan Prokes dan batas waktu sampai jam 10 malam akan kita taati,” ungkap Wahyu Pramana.

Pihaknya juga mengaku menyadari, belum bisa bekerja secara maksimal. “Kami tidak bisa memprediksi penonton yang begitu membludak dan juga kami belum bisa memberikan yang terbaik. Sebab, dari jadwal untuk perijinanan memang sampai jam 10 malam. Karena itu, kami mohon permakluman kepada masyarakat. Mungkin masyarakat kecewa, tapi kita juga berusaha menjaga untuk kedepannya jadi lebih baik lagi. Terutama terkait, penerapan prokes,” jelasnya.

Sementara terkait kelanjutan event kegiatan serangkaian Peresmian Alun-alun Bangli, dipastikan, sesuai jadwal tetap sampai tanggal 16 Januari mendatang.  Untuk itu, pihaknya akan memperhitungkan kapasitas penontonnya. “Kemarin sesuai perijinan, dari kapasitas 1.500 orang yang boleh masuk harusnya 50 persen. Dan, pengunjung harusnya juga dirolling. Namun ternyata melebihi kapasitas yang 750 itu. Disamping itu, karena batas jam juga, sehingga kami menghormati keputusan dari kepolisian,” akunya. Karena itu, atas dasar kesepakatan antara panitia dan pihak TNI/Polri sehingga hiburan musik pada malam itu, distop acaranya. “Bukan dibubarkan. Karena memang melihat situasi jumlah massa memang banyak dan penerapan Prokes masing-masing pengunjung masih kurang. Sehingga atas dasar kesepakatan kami dari EO dan pihak TNI/Polri, menyetop acara tersebut,” pungkasnya. (ard)