BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Setelah sempat vakum beberapa tahun, pelaksanaan Kontes Anjing Kintamani kembali digelar Pemkab Bangli. Pelaksanaan Kontes Anjing Kintamani tersebut dibuka langsung Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Minggu (17/10/2021) yang dipusatkan  di depan Monumen Pahlawan Anak Agung Anom Mudita. Hadir juga saat itu, Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika, Forkompinda Kabupaten Bangli dan pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Bangli.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyebutan keberadaan anjing Kintamani merupakan salah satu unsur biodeversity yang menjadi salah satu pendukung dari Batur Unesco Global Geopark Network.  “Trah Anjing Kintamani juga telah mendapat pengakuan sebagai anjing ras dunia dari federation Cynecologue Internasional (FCI) yaitu organisasi Internasional yang membawahi induk organisasi anjing trah seluruh dunia,”kata Sarma.

 

Dengan demikian, lanjut dia, Anjing Kintamani sudah bisa disejajarkan dengan trah anjing yang lain seperti buldog, fitbull, sitzu, siberian, dolmention, cihu-hua dan lain-lainnya. “Lomba ini kami gelar untuk menjamin kelangsungan pemuliabiakan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing Kintamani,”tegasnya.

 

Dijelaskan, kontes Anjing Kintamani dibagi menjadi dua bagian,  yakni kontes anatomi anjing Kintamani yang dibagi menjadi 2  katagori yakni non stambum dengan 3 tingkatan umur yakni anakan, remaja dan dewasa dan stambum juga dengan 3 tingkatan umur yakni anakan, remaja dan dewasa.  Berikutnya,  lomba agility (ketangkasan) untuk semua trah anjing yang meliputi 3 katagori yakni agility (anakan, remaja dan dewasa), lomba makan dan lomba fashion show.

 

Sementara Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyebutkan, kontes anjing Kintamani diharapkan bisa menggugah animo masyarakat untuk melestarikan anjing Kintamani. “Kita harap melalui lomba ini masyarakat lebih mencinai anjing Kintamani. Mengingat anjing Kintamani bila dipelihara dengan baik akan  mampu menunjukan intelegensi dan penampilan yang tidak kalah dengan anjing ras lainnya,”jelasnya. 

 

Kata dia, anjing Kintamani Bali tahun 2012 diakui keberadaannya di tingkat Asia oleh Asian Canel Union (AKU). Berkaitan dengan itu, pemerintah Kabupaten Bangli tentu akan memberikan dukungan dan sport terkait dengan pengembangan dan pelestarian anjing Kintamani ini. “Pemkab Bangli telah menerbitkan  Perda Nomor 04 tahun 2015 tentang perubahan atas perda nomor 02 tahun 2010 tentang kawasan pelestarian Anjing Kintamani Bali,”ujar Bupati asal Desa Sulahan ini.

Lebih lanjut dipaparkan, sesuai Perda nomor 04 tahun 2015,  sebagai tindak lanjut adanya pengakuan terhadap 3 jenis warna dan campurannya pada anjing Kintamani yaitu warna putih, hitam dan anggrek. Sementara kawasan pelestarian terdapat di Desa Sukawana, Siakin dan Pinggan. (ard)