JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Dampak cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah kabupaten Bangli, sejak Senin (22/2) hingga Selasa (23/2/2021) pagi kembali menyebabkan sejumlah titik bencana.

Kondisi terparah terjadi di wilayah Desa Terunyan, Kintamani. Bangunan berupa dua buah Bale Pesandekan beratapkan genteng yang ada di Pura Pancering Jagat desa Terunyan, roboh hingga rata dengan tanah. Selain itu, sejumlah pohon juga bertumbangan menuju jalur desa Bali Age tersebut.

Camat Kintamani, I Wayan Bona yang juga asal desa Teruyan ini, saat dikonfirmasi Selasa (23/02/2021), membenarkan adanya musibah tersebut. Kata dia, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 wita, diwilayah setempat terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Hujan deras terjadi dari sejak pagi dan malamnya disertai angin kencang yang bergemuruh. Akibatnya, dua Bale Pesandekan masing-masing saka delapan di Pura  Pancering Jagat roboh hingga rata dengan tanah,” jelasnya.

Saat itu, lanjut Bona, dampak cuaca ekstrim tersebut juga menyebabkan gelombang tinggi sempat terjadi di perairan Danau Batur. “Dari laporan yang saya terima hujan dan angin ribut terjadi hampir menyeluruh di wilayah Kintamani. Tapi tidak separah dibawah. Saat itu,gelombang tinggi juga terjadi perairan danau Batur,” bebernya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kata Bona, kerugian material yang ditimbulkan akibat robohnya dua bale pesandekan tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.  

Bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah banjar Kayu Kapas, Kintamani. Dampaknya,  keluarga I Made Darmawan yang rumahnya berada dibawah senderan tersebut terpaksa harus mengungsi sejak 20 hari terakhir. Sebab, longsor di lokasi tersebut telah terjadi secara beruntun sebanyak empat kali sejak 10 hari terakhir. “Terakhir, longsor terjadi pada Senin sore kemarin. Saat itu, hujan gerimis. Senderan setinggi kurang lebih 7 meter milik tetangga saya yang bernama Cok Alit kembali ambrol dan menyebabkan bangunan dapur dan kamar mandinya ikut tergerus hingga materialnya masuk ke pekarangan rumah saya,” sebutnya.

Diduga longsor tersebut, akibat kondisi tanah di lokasi yang labil. Diceritakan, saat kejadian terakhir sejatinya ada sejumlah tukang sedang melakukan perbaikan dampak longsor sebelumnya. “Karena itu, saya bersama keluarga saya terpaksa mengungsi ke rumah keluarga saya yang lain sejak 10 hari terakhir,” sebutnya. Ironisnya, hingga kini pihaknya mengaku belum ada petugas BPBD yang datang ke lokasi tersebut. “Tadi baru pak Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles datang mengunjungi kami. Saya tidak tahu sampai kapan harus mengungsi,” sesalnya.

Disisi lain sesuai informasi yang berhasil dihimpun, dampak hujan deras dan angin kencang tersebut juga menyebabkan sejumlah pohon bertumbangan dan melintang hingga ke beberapa titik ruas jalan di kecamatan Susut dan Kintamani. Selain itu, Reservoir di desa Demulih juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon albesia yang tumbang. Dampaknya, bak penampungan air bervolume 50 kubik itu, retak di tiga titik terutama bagian pojok. Meski demikian, sejauh ini masih bisa dioperasikan. Pihak PDAM menegaskan akan segera melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah. “Pohon yang tumbang sudah dibersihkan. Sementara untuk upaya perbaikan reservoir yang rusak itu, menurut bagian teknis, perbaikan memerlukan waktu tiga sampai empat hari dengan anggaran mencapai Rp 100 juta,” tegas Kabag Hubungan Langganan PDAM Bangli, IB Putu Gangga Parawita saat dikonfirmasi terpisah.

Meski demikian, hingga pukul 15.30 wita kemarin, BPBD Bangli justru mengklaim hujan deras dan angin kencang yang terjadi semalam tidak berdampak di wilayah Kabupaten Bangli. Sejauh ini pihak BPBD Bangli belum menerima adanya laporan kerusakan yang terjadi. (ard)