JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography

TABANAN - fajarbali.com | Ketua DPC PDIP Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE.,MM., saat menyampaikan pidatonya pada puncak perayaan bulan Bung Karno, Selasa (30/6/2020) di aula DPC PDIP Tabanan.

Pernyataannya tersebut tiada lain sebuah ajakan kepada seluruh kader PDIP untuk berjiwa ksatria atau patriotik dan senantiasa menjaga semangat kebersamaan bersatu dan bergotong royong.

 

"Sebagai kader PDIP yang berjiwa nasionalis, mari kita kedepankan jiwa ksatria atau patriotik dan senantiasa menjaga semangat kebersamaan, bersatu dan bergotong royong," ungkapnya.

 

Pernyataannya tersebut dikaitkannya dengan menjelang perhelatan pilkada Tabanan yang akan berlangsung pada 9 Desember tahun ini. Dimana saat ini kader PDIP sendiri sedang menunggu rekomendasi ketua umum untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung PDIP.

 

Wabup Dr. Sanjaya menjelaskan, sikap ksatria atau patriot yang dimaksudkannya adalah menerima keputusan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarno Putri tentang siapapun yang akan direkomendasikannya untuk diusung sebagai bupati dan wakil bupati Tabanan. Tentunya juga sikap ksatria itu juga ditunjukkan dengan siap berjuang untuk memenangkan paslon yang diusung.

 

"Mari kita hormati apapun keputusan DPP terkait rekomendasi nanti," ajaknya.

 

Sementara terkait mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong, kandidat kuat calon bupati Tabanan yang diusung PDIP Tabanan ini menegaskan bahwa salah satu roh dari PDIP adalah semangat bersatu dan gotong royong. Ini papa menjadi salah satu warisan prinsip berkehidupan yang diajarkan pendiri bangsa ini Bung Karno.

 

Terkait dengan hal tersebut kembali Wabup Dr. Sanjaya mengingatkan seluruh kadernya untuk senantiasa kompak dan solid. Sehingga PDIP menjadi semakin kuat dan semakin mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat.

 

Wabup Dr. Sanjaya juga mengingatkan agar para kadernya khususnya yang dipercaya duduk di kursi legislatif dan ekskutif selalu bersyukur karena telah bergabung sebagai bagian dari keluarga besar PDIP. Mengingat melalui PDIP menjadikan diri terhormat.

 

"Bersyukurlah menjadi keluarga besar PDIP karena telah menjadikan diri terhormat. Terhormat karena kita bersama-sama berjuang untuk kesejahteraan masyarakat dengan jiwa nasionalis," tutupnya. (kdp).