JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography

TABANAN-fajarbali.com | Putu Simon ( 20 ) salah satu simpatisan Semeton Rai Santini yang mengunggah foto N Adi Wiryatama S Sos MSi  berisikan ujaran kebencian, memohon maaf secara langsung kepada N Adi Wiryatama S Sos M Si Minggu ( 26/5/2019).

Simon yang didampingi Ni Made Rai Santini berserta tokoh masyarakat Bongan diantaranya Jro Bendesa Adat Bongan Puseh I Gusti Putu Sukarata S.Sos, ayah Simon - Putu Rustama, tiba di rumah N Adi Wiryatama S Sos MSi  di Banjar Tegeh, Desa Angsri, Kecamatan Baturiti, Tabanan sekitar pukul 11.00 Wita.

Rombongan tokoh dan masyarakat Bongan diterima langsung N Adi Wiryatama, I Nyoman Sudiana, beserta keluarga besar dan  tim pengacara N Adi Wiryatama. Kedatangan Putu Simon bertemu langsung dengan N Adi Wiryatama menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya atas perbuatannya mengunggah foto N Adi Wiryatama di media social yang berisikan ujaran kebencian pada tanggal 6 Mei 2019. Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu berlangsung dengan kekeluargaan. Selain memohon maaf, pada kesempatan itu juga Putu Simon dan ayahnya Putu Rustama bersimpuh memohon maaf kepada N Adi Wiryatama, I Nyoman Suadiana dan keluarga besarnya.

Jro Bendesa Adat Bongan Puseh I Gusti Putu Sukarata S.Sos mengatakan pihaknya mengucapkan mohon maaf atas perbuatan salah satu krama Bongan yang telah membuat nama  keluarga besar N Adi Wiryatama tercoreng.

“Kami memohon maaf sebesar besarnya kepada Bapak Adi Wiryatama dan keluarga atas perbuatan Putu Simon yang tidak patut tersebut,” tandasnya.  Ia pun mengucapkan terimakasih kepada N Adi Wiryatama yang telah menerima tokoh dan perwakilan masyarakat Bongan dengan hangat dan penuh keakraban.

Putu Simon usai bertemu dengan N Adi Wiryatama, mengatakan tujuanya bertemu dengan N Adi Wiryatam memohon maaf sebesar besarnya atas unggahan foto N Adi Wiryatama berisi ujarang kebencian di media social.

 “Kepada teman teman dan sahabat saya  di media sosial saya  Putu Simon   menyampaikan permintaan maaf sebesar besarnya kepada bapak I Nyoman Adi Wiryatama S Sos Msi dan keluarga besarnya, atas postingan saya tanggal 6 Mei 2019,” jelas Simon.

Ia mengatakan, apa yang dilakukanya adalah semata mata sebagai bentuk kekecewaan seorang simpatisan. “Jujur dari hati saya yang paling dalam,  saya tidak ada maksud dan niat untuk mencemarkan nama baik Bapak N Adi Wiryatama. Karena apa yang saya perbuat merupakan  aksi spontanitas sesaat yang didasari atas kekecewaan. Dan apa yang saya lakukan murni adalah inisiatif saya sendiri, bukan atas intervensi dari pihak pihak yang lain,” pungkasnya. (kdk)