JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography
TABANAN - fajarbali.com | Desa Tibubiu yang terkenal akan pantai Pasutnya, sekarang desa tersebut akan mengembangkan wisata air, hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPRD Tabanan asal Desa Tibubiu, I Ketut Arsana Yasa, Senin (10/8/2020), selama ini Desa Tibubiu hanya terkenal dengan potensi pantai. Yakni, pantai Pasut yang ada di Banjar Pasut, Desa Tibubiu. Padahal selain pantai, imbuhnya, Desa Tibubiu juga memiliki kawasan persawahan di subak Sungsang yang tidak kalah indahnya untuk aktivitas wista, seperti untuk jogging track, maupun bersepeda memanfaatkan jalan subak.







Mengantongi potensi alam meliputi pantai, sawah hingga muara sungai, Desa Tibubiu di Kecamatan Kerambitan Tabanan melirik pengembangan kawasan menjadi desa wisata. Kini terkait rencana itu, salah satunya telah diusulkan penataan kawasan ke Dinas PUPRPKP Tabanan untuk pembuatan senderan disepanjang sepadan sungai, sehingga jadi tempat yang layak dikunjungi oleh wisatawan.




 




"Sayangnya potensi tersebut belum digarap secara maksimal, dan saya yakin jika itu digarap masyarakat atau wisatawan yang ingin berolahraga ringan bisa menikmati suasana yang luar biasa,” tuturnya.




Jelasnya yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, panjang jalan subak yang bisa dimanfaatkan sebagai joging track mencapai sekitar 4 sampai 6 kilometer menuju pantai. Katanya, selama ini jalan subak tersebut sudah banyak yang menggunakan untuk jalur bersepeda maupun jogging, bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19 ini terjadi.




"Jalur dari Belumbang sampai ke Pantai Pasut ini sudah banyak masyarakat lokal yang tahu. Kini tinggal dikemas, misalnya ditambah dengan tenpat penjualan sajian kuliner lokal, sehingga perekonomian warga juga meningkat," ujarnya.




Sambungnya, tidak hanya pantai, Desa Tibubiu juga memiliki muara Sungai Yeh Ho sepanjang 1,5 kilometer, kawasan tersebut jadi salah satu tempat favorit bagi para pemancing. Selain itu, muara sungai Yeh Ho tersebut juga cocok untuk wisata air. Terkait itu pihaknya, telah mengajukan usulan penataan ke Dinas PUPRPKP Tabanan yang nantinya akan terus dikawal ke Balai Penanganan Abrasi Sungai. Salah satunya mengusulkan program senderan disepanjang sepadan sungai sehingga jadi tempat layak untuk masyarakat dan wisatawan.




"Sepanjang jembatan yang menghubungkan Tibubiu Kelod dan Desa Beraban sekitar 1,5 kilometer sampai ke pantai Pasut dengan lebar 150 meter bisa dijadikan wahana air, sehingga kedua desa bisa menjadi desa wisata,” tandasnya.




Saat ini pengunjung yang datang ke Pantai Pasut tidak dikenakan biaya. Di sisi lain tambahnya, pantai Pasut yang sempat ditutup untuk umum dan sudah dibuka per 1 Agustus 2020 telah siap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. (kdp).