JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA - fajarbali.com | Pilkada serentak tahun 2020 tetap akan digelar sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Berkaitan itu, masyarakat diajak untuk tetap berperan aktif dan berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkada 2020.

Karena itu, masyarakat terus diberi edukasi tentang pentingnya berpartipasi dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Kabupaten Jembrana adalah salah satu daerah di Bali yang turut ambil bagian dalam perhelatan Pilkada. Hal itu disampaikan Bupati Jembrana Putu Artha saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) bersama segenap jajaran dan stakeholder, Selasa (30/6). Rakor tersebut digelar dalam rangka menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan daerah menyongsong  pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020.

Artha juga  menyampaikan perlunya untuk mengatur strategi secara dini dalam setiap tahapan pilkada 2020, melalui sinkronisasi rencana tindakan agar bisa mengeliminasi hambatan dan dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari pelaksanaan Pilkada di masa Covid-19. “Untuk itu penting bagi kita semua, memetakan setiap potensi yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, serta sosial politik di masyarakat,” ujarnya.

Guna mempersiapkan tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19, khususnya di Jembrana, terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan  di antaranya langkah KPU dan Bawaslu dalam mempersiapkan tahapan Pilkada tahun 2020.  Sementara kita baru mempersiapkan tatanan norma baru sehingga tidak menimbulkan kekuatiran baik bagi pelaksana maupun pemilih serta Polri dan TNI dalam mengambil peran mengantisipasi konflik sosial antisipasi tumbuhnya terus-terus terbaru penyebaran covid 19 dan sekaligus menumbuhkan demokrasi di tengah masa tatanan normal baru.

Artha juga berharap Pilkada serentak tahun 2020 dapat membangun kebersamaan  guna meningkatkan partisipasi pemilih dengan mengurangi jumlah golput. Mengingat angka golput pada Pilkada 2015 mencapai 37,62% Tahun ini, Bali berada pada urutan nomor dua setelah DKI Jakarta dengan skor 82,37 mengurangi indeks kerawanan Pilkada dari 49,03 adalah rawan sedang menjadi lebih baik. “Hal ini menjadi tantangan juga bagi pelaksanaannya, mulai dari KPPS TPS dan Bawaslu termasuk TNI dan Polri yang akan tercatat dalam sejarah berhasil menyelenggarakan Pilkada di masa Covid-19," terangnya.

Sementara PLT Kepala Kesbangpol Jembrana I Wayan Suparsa mengatakan rapat koordinasi ini dilaksanakan, guna menindak lanjuti keputusan DPR RI bersama KPU dan pemerintah tanggal 27 Mei 2020. 

Sebagai persiapan telah disepakati tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 ditengah masa pandemi Covid-19. Tahapan diawali dari hari pemungutan suara yang direncanakan tanggal 23 September, kini menjadi tanggal 9 Desember 2020. Rakor tersebut juga mengenai pokok-pokok pembahasan yang di diskusikan dalam rakor. Dia berharap rakor ini akan menghasilkan rumusan mengenai tahapan Pilkada beserta langkah antisipasi terhadap penyebaran Covid-19. Harapannya rumusan tersebut akan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020, khususnya di Jembrana. Suparsa menambahkan rumusan hasil rakor (rapat koordinasi) sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat.  

Sementara itu, rakor yang bertempat di ruang rapat Kesbangpol Jembrana itu, juga dihadiri Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav.Djefri Marsono Hanok, Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Ketua Bawaslu Jembrana,Pande Made Ady Muliawan, Sekda Jembrana, I Made Sudiada serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.(prm)