JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA - fajarbali.com | Dua orang warga di Jembrana di informasikan positif Covid -19 setelah hasil pemeriksaan swab yang dilakukan uji laboratorium. Dua warga positif itu, sebelumnya masuk sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sebelumnya ada lima PDP,  dua orang sudah dinyatakan positif dan dua orang lagi masih menunggu hasil pemeriksaan Swab.  Sedangkan satu orang pasien PDP pertama sudah dinyatakan sembuh setelah hasilnya negatif. Hal tersebut disampaikan Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana , dr I Gusti Agung Putu Arisantha , dalam keterangan persnya didampingi Kabag Humas dan Protokol Jembrana I Made Cipta Wahyudi, di Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, Senin (6/4/2020) . 

 

 

Menurut dr Agung Putu Arisantha, pihaknya memaparkan data yang berhasil dihimpun hingga pukul 11.00 Wita. Disebutkan ada penambahan atau peningkatan jumlah ODP di Jembrana sebanyak 18 orang sehingga menjadi 95 orang. Dari jumlah itu, 64 orang masih diisolasi mandiri, sisanya 31orang sudah dinyatakan selesai atau sembuh. 

 

Berkaitan dengan 2 orang positif Covid -19 yang pertama di Jembrana, keduanya tertular melalui transmisi import. 

Satu orang dikarenakan riwayat bepergian keluar negeri  dan sisanya karena ada riwayat bepergian ke luar Bali. Dua pasien positif sekarang ini masih dirawat di ruang Isolasi RSU Negara. Begitu pula pasien yang masih PDP sebanyak dua orang juga masih dirawat di ruang isolasi Covid -19. Mereka kini masih dirawat secara komprehensif. 

"Dari penanganan menyeluruh yang dilakukan dokter ahli, kondisi mereka saat ini dalam kondisi baik. Sudah tidak ditemukan gejala klinis , seperti batuk pilek dan lainnya,” terang Arisantha. 

 

Selanjutnya untuk memperluas secreening pemantauan, Pemkab Jembrana telah mendapatkan bantuan alat Rapid Test dari pemerintah pusat lewat Pemprov Bali. 

Tambahannya sudah diterima  300 alat tes , sehingga total sudah dapat 700 unit. Alat rapid test tersebut tak hanya untuk test ODP, tenaga medis dan orang dengan resiko, tetapi juga rapid  test terhadap warga masuk Bali di Gilimanuk yang datang dari daerah terpapar. “Itu sesuai dengan instruksi Ketua Satgas Covid Provinsi Bali, untuk melakukan rapid test. Hasilnya negatif semua, “ terang Arisantha.

Pengadaan alat rapid test dipastikan akan bertambah termasuk pembelian dengan menggunakan anggaran APBD. Bahkan kata Arisantra, rencananya pengecekan dengan rapid test tak hanya dilakukan di RSU Negara, tetapi juga akan dilakukan di 10 puskesmas se-Jembrana.  

" Ini untuk memperpendek jarak pengetesan bagi warga ODP sehingga tidak harus menuju RSU Negara," ujarnya menjelaskan.

 

Kemudian soal Hotel Jimbarwana , yang nanti digunakan sebagai wisma tenaga medis yang menangani penanggulangan Covid -19. Di wisma itu dari 51 kamar yang ada, 39 kamar sudah siap ditempati. Diantaranya 34 kamar bertipe standar, 4 executive dan 1 presiden suite. Direktur RSU Negara , dr IGB Oka Parwata, pada kloter awal , sudah disiapkan untuk 10 orang perawat , 3 dokter sepesialis, serta tenaga cleaning servis 2 orang  menempati kamar yang disediakan. Mereka, para medis itu bertugas paling depan untuk penanganan Covid-19. (prm).