JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di perairan selat Bali, sekitar 300 meter dari bibir pantai Monumen Lintas Laut Jawa Bali, Sabtu (14/9) pukul 11.30 wita. 

Mayat tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana panjang tersebut, ditemukan mengambang dengan posisi tengadah oleh Ismail (32) seorang nelayan asal Banyuwangi.

Informasi yang diperoleh kemarin menyebutkan mulanya  Ismail salah seorang nelayan sedang mancing di perairan selat Bali, tak jauh dari pantai sekitar 300 meter dari bibir pantai, di Monumen Lintas Laut Gilimanuk. Mulanya, nelayan tersebut melakukan aktifitas mancing sekitar pukul 04.30 wita.

Sekitar pukul 11.30 wita, nelayan itu dikagetkan dengan ditemukan sesosok mayat jenis laki-laki dengan posisi mengambang. Bukan main kaget, lalu dia memanggil Sukir (nelayan lainnya), untuk membantu mengangkat mayat itu ke Jukung. Setelah berhasil dievakuasi dan pemancing itu melapor ke Pol Air Polres Jembrana. Mayat laki laki tersebut setelah diidentifikasi menggunakan alat Inafis Portable System, mayat itu dapat teridentifikasi bernama Saiful Bahri asal Jember Jawa Timur.

"Mayat laki laki yang memiliki tinggi 168 cm itu , saat ditemukan menggunakan celana jean panjang warna hitam dan tanpa mengenakan baju," ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita , Sabtu (14/9). Selanjutnya , hasil pemeriksaan luar terhadap mayat  yg dilakukan oleh Dokter  Ni Luh Putu Leli Mas Ayutini  dari Puskesmas Gilimanuk tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada mayat. Setelah dititipkan di RSU Negara, informasi terakhir mayat tersebut sudah diambil oleh pihak keluarganya.

Sekitar pukul 16.30 Wita, istri korban, Diana Siska Febrianti (27) asal Jalan Sultan Agung I nomor 192 Jember, Jawa Timur datang menjemput jenasah korban dikamar jenasah RSU Negara.  

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogi Paramagita Minggu kemarin menyampaikan jenasah ayah satu anak ini, setelah di jemput istrinya, sudah dibawa ke rumah duka di Jember Minggu dini hari, “untuk jenasah sudah diambil pihak keluarga sekitar pukul 01.00 Wita” ujarnya. Kendati penyebab kematian korban belum diketahui, namun pihak keluarga mengiklaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan outopsi. (prm)