JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbai.com | Proyek pembangunan sejumlah infrastruktur gedung di RSU Negara ditarget selesai hingga Desember 2019 mendatang. Namun sampai kini masih ada dua gedung yang baru mulai pengerjaannya. Hal tersebut disampaikan Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata di RSU Negara, Rabu (4/9).

Menurutnya, secara keseluruhannya pengerjaan pembangunan gedung baru 80 persen. Hal ini dikarenakan masih ada kendala , meskipun sudah dikerjakan sesuai rencana. "Pembangunannya  memiliki sisa waktu tersisa hingga tanggal 20 Desember mendatang,"terangnya. Pihaknya kepada rekanan meminta agar dilakukan percepatan pembangunannya dan sekarang tinggal sisa dua gedung yang belum terbangun, yakni Gedung poliklinik dan Gedung Laboratorium Hemodialisa.  

"Meskipun sudah direncanakan dengan baik, ada aja kendala. Tapi Juli lalu sudah ada kesepakatan dengan pihak rekanan untuk mempercepat pembangunan," jelas Oka Parwata yang baru enam bulan jadi direktur RSU Negara.

Gedung yang rencananya lantai tiga tersebut, ditarget akan rampung sesuai rencananya yaitu di Bulan Desember. Selain itu pada masa proses pengerjaan telah terjadi pergantian proyek manager. Selama ini katanya, masih ada kendala teknis, terutama terkait daya listrik.

Pembangunan dua gedung lantai tiga ini, sekarang baru dalam pembangunan pondasi. "Kami harapkan bisa terkejar, Desember semoga sudah kelar," ujarnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan untuk menambah tenaga dan menambah shif kerja. Sosialisasi dengan penyanding juga sudah dilakukan. Tak hanya itu, keterlambatan juga terjadi adanya pergantian manajer proyek dan ada pergantian di Bulan Juli lalu. "Hanya ada ketidaksepahaman terkait daya listrik. Namun itu sudah ada kesepakatan dan gedung yang sudah selesai dibangun dan dimanfaatkan sementara," terangnya.Harapannya proyek ini selesai tepat pada waktunya.

Secara keseluruhan proyek pembangunan gedung menyangkut sarana gedung untuk rawat inap, kelas VIP, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentra (IBS), poliklinik dan gedung laboratorium himodialisa.

Sementara menyinggung masalah peningkatan kelas rumah sakit yang kini masih tipe C ke tipe B, masih butuh sarana dan sumber daya manusia, terutama kelengkapan dokter spesialisnya. (prm)