JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Di tengah-tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di Jembrana, sarana angkutan tradisional yang bernama dokar tidak pupus ditelan waktu. Meskipun jumlahnya makin lama makin berkurang. Hal ini, salah satunya disebabkan karena derasnya himpitan jaman.

Pangkalan dokar  yang dipusatkan di depan Pasar Umum Negara, makin lama , jumlah kendaraan tradisional itu makin menipis. Bagi para kusir yang masih menggunakan dokarnya untuk mencari nafkah, setia berjejer sabar menunggu penumpang. Kendati pun disebelahnya sarana angkutan modern seperti ojek, angkot dan kendaraan motor pribadi menghimpitnya.

Makin ramainya lalu lintas di Kota Negara, makin meningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, dari tahun ketahun. Kendati demikian adanya, beberapa para kusir dokar masih tidak beralih haluan sebagai tukang ojek atau pekerjaan lainnya. Panas dan hujan menyertainya juga tak menyurutkan semangat mereka berkelahi dengan derasnya arus modernisasi. Suara ringkik kuda dan hentakan sepatu kuda, masih kerap terdengar menghiasi di jalanan. Dulu, kendaraan dokar ini dimasukan ke dalam paket perjalanan wisata. Namun kini tampaknya, perhatian itu mulai mengendur. 

Sementara sebagian besar para kusir dokar  usia sudah mulai tua-tua. Kendati ada, namun jarang terlihat kusir dokar yang masih berusia muda. "Banyak pemilik dokar menjual dokarnya karena tidak mampu lagi bekerja. Apalagi jika anaknya tidak meneruskan pekerjaan orang tuanya," ujar Gede Wastra (70) salah seorang kusir dokar asal Desa Baluk Kecamatan Negara, belum lama ini. Selain memang himpitan jaman, faktor usia para kusir yang rata-rata tak muda lagi, juga menjadi salah satu faktornya. Jumlah dokar dulunya cukup banyak, namun kini jumlahnya hanya tinggal 13 dokar.

Wastra didampingi salah satu kusir lainnya, Agung Ketut Puja berharap karena jumlah keberadaan dokar makin berkurang , harapannya kepada pemerintah daerah, agar lebih memperhatikan kondisi keberadaan kendaraan tradisional ini. Padahal dokar, merupakan kendaraan tradisi warisan budaya jaman lama. 

Berkaitan dengan pendapatan, kusir dokar tersebut mengaku tidak menentu. Sekali untuk makanan kudanya bisa mencapai Rp 10 ribu, plus ditambah pakan rumput. "Kami tidak menuntut berapa besar  pendapatan yang diperoleh, namum kami ingin ada perhatian dan berharap ada pelestarian kendaraan tradisional di Jembrana," ujarnya.

Dalam sehari katanya, pendapatan hasil narik dokar terkadang mencapai Rp 20 ribu dan terkadang sehari tanpa hasil, karena itu perlunya perhatian terhadap kondisi keberadaan dokar serta pelestarian dokar supaya jumlahnya makin lama tak berkurang. (prm)