JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Sebanyak 131 UMKM serta perajin Jembrana maupun UMKM Kabupaten/kota seBali turut serta dalam Pameran Kerajinan dan Industri yang digelar Pemkab Jembrana yang bertempat di Halaman Parkir Puspem Kantor Bupati Jembrana.

Pameran dibuka oleh Bupati Jembrana Putu Artha , Minggu (10/8).Turut hadir dalam pembukaan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, forum komunikasi pimpinan Daerah Jembrana, pimpinan OPD, BI, Dirut BPD Bali.

Acara pembukaan juga diisi launching layanan e-retribusi pasar ditandai penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara Pemkab Jembrana dengan BPD Bali.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan pelaksanaan pameran kerajinan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pengerajin Jembrana sekaligus gemerasi muda Jembrana mempromosikan hasil kerajinannya melalui stand stand yang sudah disediakan.

Pameran serangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-124 diselenggarakan juga untuk meningkatkan hubungan pengerajin Jembrana dengan daerah lain sekaligus motivasi bagi mereka dalam berinovasi produk yang dihasilkan. Adinata menambahkan pameran akan berlangsung selama sepuluh hari (11-20 agustus 2019).

"Kita siapkan 113 stand   dengan rincian pada parkir atas sebanyak 80 stand diisi 31 pengerajin/ UMKM. Sedangkan pada  Areal bawah diisi 33 stand yang berasal dari tujuh pedagang makanan khas Jembrana , 12 kuliner nasional serta 14 stand pemerintah / BUMN/BUMD dan swasta lainnya," Terang Adinata.

Sementara Bupati Artha berharap pelaksanaan pameran kerajinan yang berlangsung selama 10 hari bisa dimanfaatkan dengan baik UMKM serta pengerajin khususnya lokal Jembrana.Sebagai  ajang promosi dan memperluas jaringan, event ini juga diharapkan mampu mengevaluasi sejauh kemajuan UMKM Jembrana. "Tentunya  agar mereka mampu meningkatkan kapasitas serta  daya saingnya menyongsong era globalisasi saat ini," cetus Artha.

Terkait dengan launching e-retribusi pasar, Artha memberikan apresiasi  positif. Melalui sistem ini diharapkan para pedagang mampu belajar secara langsung bagaimana mekanisme transaksi non tunai . Ia juga berharap e-retribusi pasar ini dapat mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang transparan, akuntabel serta mempermudah pedagang membayar retribusi. (prm)