JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Gigitan anjing rabies yang terjadi Kelurahan Banjar Tengah dan Lelateng kini menjadi delapan orang. Sebelumnya, dikabarkan ada empat orang di Banjar Tengah yang digigit anjing rabies. Kedelapan korban gigitan anjing itu, semuanya sudah mendapatkan VAR. 

Kadis Kesehatan Jembrana, dr Putu Suasta dikonfirmasi Rabu (12/6/2019) melalui ponselnya menjelaskan kasus gigitan anjing tersebut terjadi pada Minggu (9/6) lalu. Setelah melakukan penelusuran hingga Selasa (11/6) sore lalu, tercatat sebanyak tujuh warga Lingkungan Tinyep Kelurahan Banjar Tengah yang digigit anjing, sedangkan satu orang yang tergigit adalah warga Kelurahan Lelateng. "Anjing tersebut mati, setelah menggigit ke delapan warga tersebut," terang dr Putu Suasta. 

Menurut Suasta, petugas juga telah  mengambil sampel otak anjing yang menggigit untuk diperiksa di BBVET Denpasar hari itu juga. Ternyata Selasa (11/6) sore hasil uji telah keluar dan dinyatakan anjing yang menggigit delapan warga tersebut positif rabies.

"Kedelapan orang yang tergigit anjing rabies, telah diberikan VAR sehingga dipastikan tak tertular rabies," ujarnya. Anjing yang menggigit milik salah seorang warga di Lingkungan Tinyep Kelurahan Banjar Tengah. Sebelumnya menggigit delapan korban, anjing tersebut menunjukkan gejala yang tak wajar, bersembunyi di bawah mobil. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 wita, Minggu (9/6). Setelah itu menggigit pemilik anjing serta keluarganya, sedangkan satu warga Kelurahan Lelateng, yang tergigit yakni I Kadek Widiardana. Kemudian sore harinya setelah menggigit, anjing tersebut mati.

Curiga anjing itu rabies, pemilik anjing kemudian melapor ke desa dan diteruskan kepada petugas berwenang. Tiga korban gigitan anjing rabies mendapatkan VAR di RSU Negara, sedangkan lima orang lainnya diberikan VAR di puskesmas 1 Negara. Suasta mengimbau kasus gigitan anjing jangan dianggap enteng atau sepele. Jika terjadi kasus gigitan anjing baik mengakibatkan luka atau tidak agar segera dilaporkan ke aparat Banjar atau desa ataupun petugas terkait. (prm)