JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Tembok penyengker pada kantor LPD Desa Budeng Kecamatan Jembrana, jebol akibat diterjang banjir yang terjadi Rabu (28/11/2018) yang lalu.

Tampak, kondisi tembok penyengker masih terlihat jebol, Senin (3/12/2018). Menurut Ketua LPD Budeng I Wayan Sudiarta, banjir yang terjadi di Desa Budeng saat itu mencapai 1,5 meter lebih, hingga kantor LPD dan rumah-rumah warga terendam. Selain tembok penyengker kantor LPD, beberapa tembok milik warga juga jebol. Rentuhan akibat jebolnya tembok penyengker, masih tampak terlihat di halaman kantor LPD dan juga sebagian kecebur di telabah yang berada di sebelah LPD.

Sudiarta mengaku sampai sekarang pihaknya belum dapat memperbaikinya, karena dipastikan memerlukan biaya tidak sedikit.

“Kami ingin renovasi dan nanti akan dibuatkan pondasi yang lebih kokoh, tapi biayanya cukup besar, kami belum ada biaya, karena aset LPD masih kecil. Untuk itu kami harapkan bantuan dari Pemkab Jembrana,” ujarnya.

Dia juga mengatakan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana sudah datang untuk melakukan pengecekan tembok penyengker LPD yang jebol.Bangunan yang dipakai sebagai kantor LPD ini, merupakan bekas Balai Banjar Budeng yang dihibahkan untuk LPD.

Setelah pihaknya melakukan renovasi sedikit  demi sedikit.  Sudiarta juga mengakui desanya memang jadi langganan banjir setiap tahun, tetapi banjir beberapa hari lalu, termasuk paling parah. Harapannya,agar Pemkab mencarikan solusi untuk menanggulangi banjir terutama di Budeng. Lantaran sudah sering langganan banjir, pihaknya telah melakukan antisipasi, dengan membuatkan rak arsip dan dokumen lebih tinggi, supaya tidak terendam air.

Terkait banjir, Perbekel Budeng, Putu Libra Setiawan menyebutkan banjir yang terjadi di Budeng, merupakan banjir kiriman. Namun selain itu, diduga juga terjadi penyempitan saluran air sehingga perlu penangggulangan. Libra menekan bila nanti LPD Budeng telah mampu membangun Kantor LPD yang lebih baik, maka areal kantor LPD sekarang yang berada di sebelah sungai kecil atau kali, akan dijadikan taman desa dan akan ditata posisinya lebih tinggi supaya tidak kena banjir. (prm)