JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Murid Dua SD di Melaya Keracunan

JEMBRANA
Typography

NEGARA-fajarbali.com | Belasan siswa di dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Melaya keracunan, diduga setelah meminum susu kedelai yang diberikan oleh pihak sekolah, Jumat (13/4/2018).

Kedua SD tersebut, yakni SDN 1 Ekasari Kecamatan Melaya dan SDN 7 Melaya. Sebanyak 54 siswa yang mengalami keracunan yang diberikan susu kedelai oleh pihak sekolah serangkaian pelakasanaan kegiatan Program Gerakan Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Jembrana. Dari 54 murid, 17 murid di antaranya dirujuk ke Puskesmas Melaya, lantaran bantuan pertolongan oleh sekolah tak mampu menangani keracunan yang dialami siswanya.

Para siswa siswi di dua sekolah ini awalnya mengalami pusing dan muntah-muntah, setelah mengkonsumsi susu kedelai yang diberikan pihak sekolah. “Saya minum setengah botol, terus kepala terasa pusing-pusing dan perut juga terasa sakit.  Yang lain juga begitu, pusing dan sakit perut, Susu itu diberi oleh sekolah,” ujar Ananda Visabella, salah seorang siswa yang keracunan susu kedelai. Siswa lainnya, yakni I Putu Leo Kristian Winata ditemui kemarin mengaku minum susu kedelai  setelah dikasi oleh guru. Terasa pusing dan muntah-muntah,” terangnya.

Kadis Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Pemkab Jembrana, I Putu Eka Suarnama kemarin membenarkan telah terjadi keracunan di dua sekolah di Kecamatan Melaya. Menurutnya, susu yang dikonsumsi sekolah adalah susu kedelai yang dibeli oleh pihak sekolah dari usaha rumahan yang ada di Kecamatan Melaya.

“Produsen susunya ada di Melaya dan telah dicek oleh Dinas Kesehatan, ada kandungan apa pada  produksi susunya, kami belum tahu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Melaya, Ni Komang Yulia Restu Ayuningsih kemarin menyebutkan sebanyak 17 siswa SD yang mengalami keracunan dan datang ke Puskesmas, secara bertahap mulai pukul 11.00 wita. Para siswa siswi yang mengalami keracunan mulainya mengeluh kepala pusing, mual serta mengalami muntah-muntah. Tim medis di Puskesmas Melaya  sudah berupaya untuk menolong para korban dengan memberikan obat dan mengobservasinya.

“Keluhan awal mula, pusing dan beberapa siswa juga mengalami muntah-muntah. Kita sudah berikan cairan dan obat. Tidak ada yang dirawat inap . Sekarang kondisi mereka sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Sebanyak 17 siswa yang keracunan dan mendapat perawatan di Puskesmas diperbolehkan pulang, hanya saja masih ada di antaranya masih mengalami pusingg-pusing.

Untuk memastikan dan mengetahui penyebab keracunan masal tersebut, Polres Jembrana melalui Polsek Melaya dan petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Jembrana mengambil sampel bahan pembuatan susunya pada produsennya. Sisa susu yang dibagikan ke siswa siswi hingga muntahan, akan diuji di laboratorium.  (prm)